Digital Site Kami seorang Muslim dan seorang Pemimpi. Ada banyak sekali mimpi yang ingin kami wujudkan. Salah satunya adalah membuat Blog yang bisa menjadi amal Jariah kami dan bermanfaat bagi orang banyak. Kami percaya ketika kami melakukan hal yang TERBAIK dengan DOA, maka yang BAIK akan TERCAPAI dengan SEMPURNA. ( Fuad & Nanda )

Uang Adalah: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Syarat, Jenis, Peran, Teori Nilai

10 min read

sejarah uang

Uang atau money adalah benda yang dibutuhkan oleh setiap orang. Dengan menggunakan uang orang bisa membeli barang dan/atau jasa. Uang merupakan urat nadi perekonomian. Sebenarnya apa itu uang? Mengapa orang membutuhkannya dan apa saja fungsinya di dalam perekonomian.

Nah, dalam artikel ini akan dibahas secara lengkap. Berikut merupakan penjelasannya.

PENGERTIAN UANG

Dalam ilmu ekonomi, uang adalah setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar tersebut dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan/atau jasa.

ilmu ekonomi modern menyebutkan bahwa uang adalah segala sesuatu yang tersedia dan juga secara umum dapat diterima sebagai suatu alat pembayaran bagi pembeli barang dan/atau jasa dan dapat digunakan untuk pembayaran utang.

Uang dapat membuat transaksi menjadi lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern. Karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan adanya kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang diperoleh dengan menggunakan uang pada akhirnya dapat mendorong dalam kegiatan perekonomian.

Di Indonesia pada awalnya, uang kartal di terbitkan atau dikeluarkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Namun sejak dikeluarkan atau diterbitkannya Undang-Undang Nomor 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, hak pemerintah untuk mencetak uang dicabut. Pemerintah kemudian menetapkan bank sentral , yaitu Bank Indonesia. Bank Inonedia inilah satu-satunya lembaga yang berhak menciptakan uang kartal. Hak Bank Indonesia untuk menciptakan atau membuat uang itu disebut dengan hak oktroi.

Baca Juga: Perlindungan Konsumen: Definisi, Hukum, Tujuan, Asas, Sanksi, Badan

 

PENGERTIAN UANG MENURUT PARA AHLI

  1. Rismsky K.Judisseno

Uang adalah suatu media yang bisa diterima untuk dapat digunakan oleh para pelaku ekonomi ataupun para pelaku pasar uang guna mempermudah ketika bertransaksi.

  1. Irma rahmawati

Uang adalah suatu benda yang dapat disetujui oleh semua lapisan masyarakat sebagai sebuah alat yang dapat digunakan untuk tukar-menukar dalam perdagangan.

  1. Albert Gailot Hart

Seperti yang disebutkan dalam bukunya yang berjudul “Money Debt and Economic Activity”. Uang adalah kekayaan yang dimiliki untuk bisa digunakan sebagai pelunas utang dalam jumlah tertentu dan juga pada waktu tertentu pula.

  1. Rolling G.Thomas

Dalam bukunya yang berjudul “Our Modern Banking and Monetary System” dijelaskan bahwa uang adalah suatu benda yang dapat dengan mudah dan umum untuk diterima oleh masyarakat luas sebagai pembayaran dalam pembelian barang, jasa, dan barang berharga lainnya serta digunakan untuk membayar utang.

  1. S Sayers

Menyebutkan dalam bukunya yang berjudul “Modern Banking” bahwa uang adalh segala sesuatu yang bersifat umum dan juga diterima sebagai pembayaran utang.

 

SEJARAH UANG

Uang yang kita kenal pada saat ini sudah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada awalnya, masyarakat belum mengenal pertukaran. Karena setiap orang dalam memenuhi semua kebutuhannya dilakukan dengan usahanya sendiri. Manusia berburu jika dia lapar, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan sederhana, dan mencari buah-buahan untuk dikonsumsi sendiri.

Singkatnya, apa yang didapatkan itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi semua kebutuhannya. Setiap manusia pada mulanya memenuhi kebutuhannya sendiri. Mereka tidak mengenal pertukaran  karena kondisi pada saat itu belum memungkinkan terjadinya pertukaran dan perdagangan.

Barter

Perkembangan selanjutnya, manusia dihadapkan pada suatu kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak dapat untuk mencukupi semua kebutuhannya. Selain itu, pada kondisi tertentu, apa yang diproduksi terkadang melebihi kebutuhan sendiri atau keluarga.

Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat diproduksi sendiri. Mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang menjadi kebutuhannya. Akibatnya muncullah sistem barter, yaitu barang ditukar dengan barang. Sistem pertukaran ini pada awalnya dapat membantu untuk saling menukarkan barang. Namun pada akhirnya, ditemukan banyak kesulitan pada sistem ini. Berikut beberapa kesulitannya.

  1. Sulit untuk menemukan orang yang mempunyai barang yang diinginkan dan juga mau menukarkan barang yang dimilikinya.
  2. Sulit untuk memperoleh barang yang bisa dipertukarkan satu sama lainnya dengan nilai tukar yang seimbang atau hampir sama nilainya.
  3. Membutuhkan waktu. Jika memerlukan barang tertentu, misalnya gergaji, kamu membutuhkan waktu untuk dapat menemukan orang yang mau menukarkan gergajinya dengan barang yang kamu miliki.

Uang Barang

Untuk mengatasi kelemahan dari sistem barter tersebut, munculah ide untuk menggunakan benda-benda tertentu untuk digunakan sebagai alat tukar. Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat tukar tersebut adalah benda-benda yang diterima oleh umum (generally accepted). Artinya benda-benda tersebut diakui umum dan mereka mau menerimanya sebagai alat pertukaran.

Benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (sulit didapatkan dan mempunyai nilai mistik) atau benda-benda yang merupakan kebutuhan primer sehari-hari. Misalnya garam yang oleh orang Romawi digunakan sebagai alat tukar atau sebagai alat pembayaran upah. Pengaruh orang Romawi tersebut masih terlihat sapai saat ini. Yaitu orang Inggris yang menyebut upah sebagai salary yang berasal dari bahasa Latin saladium yang berarti garam.

Tahap ini disebut uang barang, karena barang tertentu yang diakui oleh umum digunakan sebagai alat pertukaran dan mengatasi masalah dalam pertukaran yang ada di sistem barter. Meskipun sedikit lebih maju daripada sistem barter, sistem ini juga mempunyai kelemahan. Diantara kelemahan tersebut adalah

  1. Nilai yang ditukar tidak mempunyai pecahan. Misalnya jika menggunakan tulang sebagai alat tukar, tentunya sulit sekali untuk menentukan nilai pecahan dari tulang tersebut.
  2. Tidak berlaku menyeluruh. Sering uang barang hanya berlaku di suatu tempat tertentu dimana barang tersebut diakui oleh penduduk di daerah tersebut. Hal tersebut tentunya menimbulkan kesulitan jika bertransaksi dengan orang daerah lain.

Uang Logam (Emas dan Perak)

Dengan adanya berbagai kesulitan di sistem uang barang, orang mulai mencari alat tukar yang nilainya stabil dan diakui oleh semua orang dimanapun mereka berada. Untuk itulah dipilih uang logam yang terbuat dari emas dan perak sebagai alat tukar.

Emas dan perak dipilih sebagai uang logam karena

  1. emas dan perak tidak mudah rusak,
  2. memiliki nilai tinggi,
  3. mudah dipindah-pindahkan,
  4. mudah dipecah menjadi satuan yang lebih kecil dengan nilai yang tidak berkurang,
  5. jumlahnya terbatas,
  6. dan digemari banyak orang

Karena ada 2 bahan yaitu emas dan perak, orang cenderung menyimpan emas. Karena nilainya lebih tinggi dibandingkan perak sehingga yang beredar di pasar hanya uang perak. Hal tersebut menimbulkan masalah karena membuat harga emas menjadi lebih tinggi dan orang cenderung mencari emas untuk dipertukarkan dibandingkan perak.

Uang Tanda

Kemudian dengan semakin bertambahnya penduduk dan semakin majunya perekonomian menuntut adanya suatu alat tukar yang lebih praktis. Hal ini dimulai dengan adanya uang tanda. Uang tanda adalah uang yang memiliki nilai nominal lebih besar dari pada nilai bahan pembuatnya. Sesuai dengan namanya uang tanda menjadi alat untuk melakukan pertukaran yang biasanya berupa logam perak atau perunggu. Nilai nominal uang tersebut lebih besar dibandingkan nilai bahan pembuatnya.

Uang Kertas

Setelah uang tanda muncullah uang kertas. Uang kertas mempunyai konsep yang sama dengan uang tanda, yaitu nilai nominalnya lebih besar daripada nilai bahan pembuatnya (nilai intrinsik). Orang mau menggunakan uang kertas karena kepercayaan. Jadi pemerintah suatu negara menjamin uang kertas tersebut sebagai alat pertukaran yang sah. Dengan jaminan tersebut orang menjadi percaya dan mau menerima kertas tertentu yang dijadikan sebagai alat tukar.

Uang Giral

Semakin berkembangnya perekonomian, selain dikenal uang kertas dan juga uang logam, kini dikenal juga uang giral. Uang giral adalah uang bank atau uang yang berada di bank yang dijadikan alat untuk bertransaksi dengan cara kliring, pemindahbukuan, giro, dan lainnya. Jadi pada saat transaksi orang tidak perlu lagi menyerahkan uang secara langsung, namun cukup memindahkan uang yang ada di bank dengan melalui pemindahbukuan atau memberikan giro/cek.

Baca Juga: 20 Cara Mendapatkan Uang Dari Internet Tanpa Modal Untuk Pemula

 

FUNGSI UANG

Ketika orang berbelanja, apa yang digunakan untuk membayar belanjaan? Ketika orang membayar utang ke bank, apa yang digunakan untuk membayar utang tersebut?

Hampir semua transaksi ekonomi membutuhkan uang. Dari uraian di atas terlihat beberapa fungsi dari uang. Secara umum, uang mempunyai fungsi sebagai perantara untuk pertukaran, juga untuk menghindarkan perdagangan dengan cara barter. Secara lebih rinci, fungsi uang dibebankan menjadi 2 yaitu fungsi asli dan fungsi turunan. Berikut merupakan penjelasannya.

Fungsi Asli

Fungsi asli ini ada 3 yaitu sebagai alat tukar, sebagai satuan hitung, dan sebagai penyimpan nilai.

  1. Sebagai alat tukar. uang berfungsi sebagai alat tukar (medium of exchange) yang dapat mempermudah pertukaran. Orang yang akan melakukan pertukaran tidak perlu menukarkan dengan barang, namun cukup menggunakan uang sebagai alat tukar. Kesulitan-kesulitan pertukaran dengan cara barter dapat diatasi dengan pertukaran uang.
  2. Sebagai satuan hitung. Uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account). Karena uang dapat digunakan untuk menunjukan nilai berbagai macam barang/jasa yang diperjualbelikan, menunjukan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman. Uang juga ditentukan untuk menentukan harga barang/jasa (penunjuk harga).
  3. Alat penyimpan nilai. Uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang. Ketika seorang penjual menerima uang pada saat ini sebagai pembayaran atas barang dan/atau jasa yang dijualnya. Maka dia bisa menyimpan uang tersebut untuk digunakan membeli barang dan/atau jasa di masa yang akan datang.

Fungsi Turunan

  1. Sebagai alat pembayaran yang sah. Kebutuhan manusia terhadap barang dan/atau jasa yang semakin bertambah dan beragam, tentunya tidak bisa dipenuhi melalui cara barter. Untuk mempermudah memperoleh barang dan/atau jasayang diperlukan, manusia memerlukan alat pembayaran yang bisa diterima semua orang, yaitu uang. Uang diterima di mana saja dan kapan saja. Dengan menggunakan uang, orang bisa membayar berbagai keperluan seperti membeli pakaian, makanan, mobil, dan lain sebagainya.
  2. Sebagai alat pembayaran utang. Orang terkadang membutuhkan uang, begitu juga dengan perusahaan. Perusahaan pada umumnya berutang untuk membangun pabrik, membeli peralatan bahkan untuk membayar gaji karyawan. Utang tersebut bisa dibayar dengan menggunakan uang karena nilai sebelumnya ditentukan dengan uang. Dengan demikian uang dapat digunakan untuk membayar utang.
  3. Sebagai alat penimbun kekayaan. Sebagian orang biasanya menghabiskan uang yang dimilikinya untuk keperluan konsumsi. Ada sebagian uang yang disisihkan dan ditabung untuk keperluan di masa datang. Uang yang ditabungtersebut lama-kelamaan akan terus bertambah. Hal tersebut bisa mempengaruhi kekayaan. Dengan semakin bertambahnya jumlah uang yang disimpan, artinya kekayaan terus meningkat. Ini berarti uang dapat digunakan penimbun kekayaan.
  4. Sebagai alat pemindah kekayaan. Misalnya saja adalah ketika seseorang akan pindah dari suatu tempat ke tempat lain dapat memindahkan kekayaannya yang berupa tanah dan bangunan rumah ke dalam bentuk uang. Caranya adalah dengan menjualnya. Ditempat yang baru dia dapat membeli rumah yang baru dengan menggunakan uang hasil penjualan rumah yang lama.
  5. Sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi. Jika nilai uang stabil orang lebih bergairah dalam melakukan investasi. Dengan adanya suatu kegiatan investasi, maka kegiatan ekonomi akan semakin meningkat. Dengan tingkat perputaran uang yang tinggi, biasanya kegiatan ekonomi lebih bergairah. Hal ini tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Apa itu fintech (financial technologi)?

 

SYARAT-SYARAT UANG

Untuk bisa dijadikan sebagai uang, suatu benda harus mempunyai syarat yang, yaitu syarat yang harus dipenuhi supaya bisa disebut uang. Dengan demikian, semua yang dapat memenuhi syarat uang dapat dijadikan sebagai uang. Syarat-syarat uang adalah sebagai berikut.

  1. Diterima secara umum. Suatu benda harus diterima secara umum (acceptability). Diterima secara umum ini artinya alat tukar atau uang tersebut berlaku dimana saja dan setiap orang percaya bahwa dengan uang tersebut mereka bisa melakukan pertukaran.
  2. Nilainya tetap. Supaya bisa diakui sebagai alat tukar umum, suatu benda harus mempunyai nilai tetap. Hal ini berarti nilainya tidak berubah dalam jangka waktu lama. Hal ini menandakan adanya kestabilan nilai dari uang sehingga orang yang menyimpan uang tidak mengalami kerugian karena menyimpan uang.
  3. Mudah dibawa. Coba saja bayangkan jika uang berupa lepengan logam besar, tentunya akan sulit untuk membawanya. Untuk itu, uang perlu memiliki syarat mudah dibawah ke mana saja. Uang kertas dan uang logam yang sekarang ini berlaku di Indonesia atau di dunia sangat mudah untuk dibawa. Tidak memberatkan dan bahkan dalam jumlah besar masih bisa dipindahkan ke mana saja dengan mudah.
  4. Mudah dibagi. Uang yang berlaku haruslah mudah dibagi tanpa mengurangi nilainya. Misalnya pecahan Rp.10.000 dapat dibagi dengan mudah ke dalam berbagai pecahan, tanpa mengurangi nilainya. Apabila nilainya jadi berkurang setelah dibagi, artinya uang tersebut tidak bisa dijadikan uang.
  5. Tahan lama. Uang haruslah tahan lama. Contohnya dapat dilihat pada uang logam. Uang logam bisa tahan sangat lama sehingga bisa berlaku dalam waktu jangka panjang. Uang logam dan uang kertas juga cenderung tidak mudah rusak sehingga bisa dipakai dalam jangka waktu cukup lama.

 

JENIS-JENIS UANG

Uang yang ada di kehidupan sehari-hari dapat dikelompokan berdasarkan kriteria sebagai berikut.

Berdasarkan Bahan Pembuat

Berdasarkan bahan pembuatnya, uang yang beredar dapat dibagi menjadi uang logam dan uang kertas.

Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam, seperti koin pecahan Rp.500 dan Rp.1.000. uang logam biasanya tahan lebih lama dibandingkan dengan uang kertas.

Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu serta merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan Undang-Undang Nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang yang berbentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya yang menyerupai kertas.

Uang kertas mempunyai kelebihan dibandingkan uang logam, yaitu lebih mudah dibawa karena lebih ringan dan dapat dibawa dalam jumlah yang sangat banyak.

Berdasarkan Lembaga yang Mengeluarkan

Berdasarkan lembaga yang mengeluarkan, uang dapat dibagi menjadi uang kartal dan uang giral.

Uang kartal adalah uang yang sehari-hari beredar di masyarakat berupa uang logam dan juga uang kertas. Uang logam dan uang kertas dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

Uang giral adalah dana yang disimpan pada suatu rekening giro yang berada di bank-bank umum. Yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan untuk melakukan pembayaran dengan, bilyet giro, perantaraan cek atau perintah untuk membayar. Jadi, uang giral ini hanya beredar atau berputar di kalangan tertentu saja. Sehingga masyarakat mempunyai hak untuk menolak jika dia tidak mau barang dan/atau jasa yang ditawarkannya dibayar dengan uang ini.

Berdasarkan Nilai

Berdasarkan nilai uang dapat dibagi menjadi uang bernilai penuh dan uang tanda.

Uang bernilai penuh adalah uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) sama dengan nilai nominalnya. Biasanya berupa uang logam. Nilai uang dikatakan sebagai uang penuh jika nilai yang tertera di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan. Dengan kata lain, nilai nominal yang tercantum di dalam uang sama dengan nilai intrinsik yang terkandung dalam uang tersebut.

Uang tanda adalah uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) tidak sama dengan nilai nominalnya. Biasanya berupa uang kertas. Uang tanda terjadi jika nilai yang tertera di atas uang lebih tinggi dari nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang atau dengan kata lain niali nominal lebih besar dari nilai intrinsik uang tersebut. Misalnya untuk membuat uang Rp.1.000 pemerintah mengeluarkan biaya Rp.750.

 

TEORI NILAI UANG

Teori nilai uang ini membahas tentang berbagai masalah yang berkaitan dengan niali uang. Nilai uang menjadi perhatian para ekonom karena tinggi rendahnya nilai uang sangat berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya teori uang yang disampaikan oleh beberapa ahli. Teori nilai uang ini dibagi menjadi 3, yaitu sebagai berikut.

Teori Barang

Dalam teori barang dikemukakan 2 buah teori, yaitu teori logam dan teori nilai batas. Teori logam (katalistik) menyatakan bahwa uang diterima masyarakat karena bahannya dibuat dari logam yang bernilai tinggi. Teori ini di pelopori oleh Adam Smith.

Teori nilai batas menyatakan bahwa uang diterima masyarakat karena adanya keperluan masyarakat terhadap barang dan adanya kepercayaan terhadap uang.

Teori Nominalisme

Dalam teori nominalisme ini terdapat 5 teori, yaitu sebagai berikut.

  1. Teori perjanjian (konvensi), adalah uang diterima oleh masyarakat karena adanya perjanjian untuk memakai suatu benda dalam pertukaran. Pelopor teori ini adalah Thomas Aquinas.
  2. Teori kebiasaan, adalah uang diterima oleh masyarakat karena kebiasaan masyarakat menggunakan benda tertentu dalam pertukaran.
  3. Teori kenegaraan, adalah uang diterima oleh masyarakat karena adanya ketetapan dari pemerintah dalam pertukaran.
  4. Teori tuntutan (kalim), adalah uang yang diterima oleh masyarakat karena ada tuntutan terhadap barang-barang yang dihasilkan masyarakat. Pelopor dari teori ini adalah J.S.Mill.
  5. Teori Realisme (fungsi), yaitu uang diterima oleh masyarakat karena adanya penilaian terhadap uang yang dapat memudahkan pertukaran. Pelopor teori ini adalah David Hume.

Teori Internal

Teori ini didasarkan pada kemampuan uang untuk ditukarkan dengan sejumlah barang dan/atau jasa tertentu. Teori ini disebut juga teori permintaan uang, dalam ekonomi moneter. Teori internal ini meliputi berikut ini.

Teori kuantitas (quantity theory) menyatakan bahwa nilai uang ini tergantung pada jumlah uang yang beredar dalam masyarakat. Semakin banyak uang yang beredar, maka semakin tinggi harga barang, dan sebaliknya. Hal tersebut dapat dirumuskan secara matematis sebagai berikut:

M = k.p

Keterangan:

M (money) = jumlah uang yang beredar

K (konstanta) = perbandingan konstan

P (price) = harga barang

Teori transaksi (exchange equation). Teori ini dipelopori oleh Irving Fisher yang berpendapat bahwa nilai uang tergantung pada jumlah uang yang beredar, kecepatan uang beredar (berpindah tangan), dan jumlah barang yang diperdagangkan. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut.

M.V = P.T

Keterangan:

M (money) = jumlah uang yang beredar

V (velocity of circulation) = kecepatan peredaran uang

P (price) = harga uang

T (transaction of goods) = jumlah suatu barang yang diperdagangkan

Teori persediaan kas (cash balance theory). Teori ini dekemukakan oleh Alfred Marshall yang menyatakan bahwa nilai uang tergantung pada jumlah uang yang disimpan untuk persediaan kas dari sebagian pendapatan masyarakat. Persediaan kas ini tergantung pada tingkat suku bunga di pasar dan jumlah pendapatan. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut.

M = k.P.Y

Keterangan:

M (money) = jumlah uang yang beredar

K (koefisien) = jumlah uang untuk persediaan kas

P (price) = harga barang

Y (income) = pendapatan

 

PERANAN UANG DALAM PEREKONOMIAN

Peran dan juga keterkaitan yang sangat erat antara uang dengan kegiatan perekonomian dapat dianggap sebagai suatu hal yang mempunyai sifat alami. Karena semua kegiatan perekonomian selalu berhubungan dengan uang. Bahkan dalam perkembangannya uang tidak hanya digunakan untuk mempermudah transaksi perdagangan di pasar uang. Dengan kondisi tersebut, sangatlah sulit dibayangkan jika tidak ada benda yang namanya uang.

Bagaimana cara melihat peran uang? Salah satu caranya adalah dengan memahami bagaimana aliran atau arus perputaran barang dan uang terjadi dalam suatu perekonomian. Perlu diketahui bahwa perkembangan kegiatan suatu perekonomian pada dasarnya dapat dilihat dari 2 sektor yang paling berkaitan. Kedua sektor tersebut yaitu sektor rill (barang dan jasa) dan sektor moneter (uang).

Sektor rill dan sektor moneter tidak hanya berkaitan erat, ke-2 sektor tersebut seperti 2 sisi mata uang, yang sisi satu dengan sis lainnya tidak dapat dipisahkan. Misalnya pembeli memiliki, namun tidak memiliki barang. Sementara penjual memiliki barang, namun tidak memiliki uang. Dengan demikian, apabila transaksi tersebut dilakukan maka nilai transaksi jual-beli barang dan/atau jasa harus sama dengan nilai uang yang diserahterimakan.

Uang ini menjadi salah satu topik utama dalam suatu pembelajaran ekonomi. Dengan adanya uang, seseorang baru dapat melakukan kegiatan ekonomi. Hal ini disebabkan kegiatan ekonomi bermacam-macam seperti produksi, konsumsi, dan distribusi yang memerlukan uang sebagai modal.

Digital Site Kami seorang Muslim dan seorang Pemimpi. Ada banyak sekali mimpi yang ingin kami wujudkan. Salah satunya adalah membuat Blog yang bisa menjadi amal Jariah kami dan bermanfaat bagi orang banyak. Kami percaya ketika kami melakukan hal yang TERBAIK dengan DOA, maka yang BAIK akan TERCAPAI dengan SEMPURNA. ( Fuad & Nanda )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *