Digital Site Kami seorang Muslim dan seorang Pemimpi. Ada banyak sekali mimpi yang ingin kami wujudkan. Salah satunya adalah membuat Blog yang bisa menjadi amal Jariah kami dan bermanfaat bagi orang banyak. Kami percaya ketika kami melakukan hal yang TERBAIK dengan DOA, maka yang BAIK akan TERCAPAI dengan SEMPURNA. ( Fuad & Nanda )

Saham Adalah: Pengertian, Manfaat, Jenis, Resiko, Klasifikasi di BEI

6 min read

Pengertian saham

PENGERTIAN SAHAM

Apa itu saham? Saham adalah suatu dokumen berharga yang dapat menunjukkan bagian  dari kepemilikan atas suatu perusahaan. Dengan kata lain, pada saat seseorang membeli saham maka orang tersebut sudah membeli sebagian dari kepemilikan atas perusahaan tersebut.

Arti saham atau stock juga dapat didefinisikan sebagai satuan dari nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial atau keuangan yang mengacu pada bagian dari suatu kepemilikan sebuah perusahaan. Jadi, pada saat seseorang membeli stock suatu perusahaan, maka orang tersebut sudah mempunyai hak atas asset (harta)  dan pendapatan yang diperoleh perusahaan tersebut dengan porsi sebesar dari stock yang dibeli.

Secara sederhananya, saham adalah suatu alat bukti dari kepemilikan atas suatu perusahaan atau badan usaha. Wujud dari stock itu sendiri pada umumnya berbentuk selembar kertas. Dimana di dalamnya disebutkan bahwa pemilik surat berharga tersebut adalah pemilik dari perusahaan yang sudah menerbitkan surat  berharga tersebut.

Baca Juga: Apa Itu Fintech (Financial Technology)?

 

PENGERTIAN SAHAM MENURUT AHLI

Supaya Anda lebih memahami apa arti dari saham atau stock, maka kita bisa merujuk pada beberapa pendapat para ahli sebagai berikut ini:

  1. Sapto Raharjo

Menurut apa yang dikatakan Sapto Raharjo, saham adalah suatu surat berharga yang merupakan instrumen bukti dari suatu kepemilikan atau penyertaan dari individu atau instansi dalam suatu perusahaan atau bahan usaha.

  1. Swadidji Widoatmodjo

Menurut Swadidji Widoatmodjo, saham adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan atau badan usaha yang berbentuk perseroan terbatas atau yang disebut dengan emiten.

  1. Nofie Iman

Menurut Nofie Iman, saham adalah surat berharga yang dapat memberikan  suatu peluang keuntungan yang tinggi namun juga mempunyai potensi resiko tinggi pula.

  1. Hendy M. Fakhrudin dan Tjiptono Darmaji

Hendy M. Fakhrudin dan Menurut Tjiptono Darmaji, saham adalah suatu bukti dari kepemilikan seseorang atau instansi terhadap suatu perusahaan atau perseroan terbatas. stock ini pada umumnya berwujud selembar surat berharga yang dapat menerangkan bahwa pemilik surat tersebut merupakan pemilik dari perusahaan atau badan usaha berupa perseroan terbatas yang menerbitkan surat berharga tersebut.

 

JENIS-JENIS SAHAM

Dilihat dari segi kemampuan untuk hak tagih dan juga klaim, jenis saham bisa dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu sebagai berikut:

  • Saham Biasa atau Common Stock

Common stock adalah saham yang dapat diklaim berdasarkan profit/laba dan loss/rugi yang terjadi pada suatu perusahaan atau badan usaha yang berbentuk perseroan terbatas. Apabila dilakukan suatu likuidasi, maka pemegang stock biasa akan menjadi prioritas yang terakhir dalam pembagian dividen dari hasil penjualan asset atau harta perusahaan.

Pada common stock, para pemegang stock mempunyai kewajiban yang terbatas. Dengan kata lain, pada saat perusahaan atau badan usaha dinyatakan bangkrut maka sebagian besar kerugian atau kerugian maksimum yang ditanggung oleh pemegang common stock adalah sebesar investasi pada stock yang dibeli.

Ciri-ciri dari saham biasa adalah sebagai berikut:

  1. Pemegang stock mempunyai hak suara untuk memilih dewan komisaris.
  2. Hak pemegang stock didahulukan pada saat perusahaan atau badan usaha menerbitkan suatu saham baru.
  3. Pemegang common stock mempunyai tanggungjawab yang terbatas, yaitu hanya sebesar saham yang dimiliki.
  • Saham Preferen atau Preferred Stock

Saham preferan adalah saham yang dimana pembagian laba atau profitnya tetap, dan pada saat suatu perusahaan atau badan usaha mengalami suatu kerugian maka pemegang preferen stock akan diberikan prioritas utama dalam bagi hasil dari penjualan asset atau harta perusahaan.

Preferred stock mempunyai kesamaan dengan obligasi, yaitu adanya suatu klaim atas laba atau profit dan juga aktiva sebelumnya, dividen yang diperoleh tetap selama masa berlaku dari preferred stock tersebut, dan mempunyai suatu hak tebus, serta dapat ditukar atau convertibel dengan preferred stock.

Ciri-ciri dari saham preferen adalah sebagai berikut:

  1. Terdapat beberapa tingkatan yang bisa diterbitkan dengan suatu karakteristik yang berbeda-beda.
  2. Terdapat suatu tagihan terhadap pendapatan dan juga aktiva, serta memperoleh prioritas yang tinggi dalam pembagian dividen.
  3. Preferred stock bisa ditukar menjadi preferred stock dengan melalui suatu kesepakatan antara perusahaan atau badan usaha dengan para pemegang stock.

Dilihat dari segi cara peralihannya, jenis saham bisa dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu sebagai berikut:

  • Saham Atas Unjuk atau Bearer Stocks

Secara kondisi fisik, pada bearer stock tidak tercantum atau tertulis nama dari pemiliknya. Hal ini mempunyai tujuan supaya mudah untuk dipindah tangankan dari satu investor ke investor yang lainnya. Banyak investor yang mempunyai stock ini dengan tujuan untuk diperjual belikan dan memperoleh keuntungan dari selisih harga jual dan juga harga beli. Investor tidak usah khawatir dengan tidak tercantumnya nama dari pemilik stock tersebut. Karena secara hukum siapa yang memegang stock tersebut, maka dialah yang diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

  • Saham Atas Nama atau Registered Stocks

Saham atas nama ini kebalikan dari bearer stock. Pada registered stock jelas tercantum nama dari pemilik stock tersebut dan cara untuk peralihan atau perpindahannya pun juga harus dengan melalui suatu prosedur tertentu.

Apabila dilihat dari segi kinerja perdagangannya, maka saham bisa dikelompokkan menjadi 5 jenis, yaitu sebagai berikut:

  • BlueChip Stocks

adalah saham biasa dari suatu perusahaan yang mempunyai reputasi tinggi, menjadi pemimpin pasar atau market leader di industri yang sejenis, mempunyai penghasilan atau pendapatan yang stabil, dan konsisten dalam membayar dividen.

  • Income Stocks

Adalah saham yang berasal dari suatu emiten yang kemampuan untuk membayar dividen di atas rata-rata dari pembayaran dividen pada tahun sebelumnya. Income stock ini pada umumnya dapat memberikan suatu pendapatan yang lebih tinggi dan juga rutin untuk membayarkan dividen secara tunai.

  • Growth Stocks

Adalah saham yang terdiri dari 2 bagian yaitu well-known dan lesser-known. Well-Known adalah saham yang berasal dari suatu emiten yang pertumbuhan pendapatannya tinggi, pemimpin pasar atau market leader di industri yang sejenis dan mempunyai reputasi yang tinggi. Lesser-Known adalah saham yang berasal dari suatu emiten yang bukan pemimpin pasar atau market leader dalam industrinya, namun mempunyai ciri-ciri growth stock.

  • Speculative Stock

Adalah saham yang berasal dari suatu perusahaan yang belum bisa mempunyai pendapatan yang rutin pada setiap tahunnya, namun mempunyai potensi akan memperoleh pendapatan yang tinggi di masa depan, walaupun hal ini belum pasti.

  • Counter Cyclical Stock

Adalah saham yang tidak begitu terpengaruh oleh keadaan ekonomi makro ataupun situasi bisnis secara umum. Nilai dari counter syslical stock ini dapat tetap tinggi pada saat resesi ekonomi karena emitennya akan mampu memperoleh suatu penghasilan tinggi sehingga akan mampu memberikan nilai dividen yang tinggi.

 

KLASIFIKASI SEKTOR DAN SUBSEKTOR EMITEN YANG ADA DI BEI

Saham di BEI dapat diklasifikasikan atau dikelompokan kedalam 9 Sektor, yaitu:

Agriculture

Mencakup semua usaha yang ada di bidang tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, dan jasa-jasa yang secara langsung terkait dengan bidang-bidang tersebut.
– Crops
– Plantation
– Animal Husbandary
– Fishery

Mining

Mencakup semua usaha yang ada di bidang pertambangan dan penggalian. Seperti pertambangan batu bara, minyak dan gas bumi, biji logam, penggalian batu-batuan, tanah liat, pasir, penambangan dan penggalian garam, pertambangan mineral, bahan kimia, dan bahan pupuk, serta penambangan gips, aspal dan juga batu gamping.
– Coal Mining
– Crude Petroleum & Natural Gas Production
– Metal and Mineral Mining
– Land / Stone Quarrying

Basic industry & chemicals

Industri dasar mencakup semua usaha pengubahan material dasar menjadi barang setengah jadi atau barang jadi yang masih akan diproses lagi di sektor perekonomian selanjutnya. Industri kimia mencakup semua usaha pengolahan berbagai macam bahan yang terkait kimia dasar yang akan digunakan pada proses produksi selanjutnya dan industri farmasi.
– Cement
– Ceramics, Glass, Porcelain
– Metal And Allied Products
– Chemicals
– Plastics and Packaging
– Animal Feed
– Wood Industries
– Pulp and Paper
– Others

Miscellaneous Industry

Mencakup semua usaha pembuatan mesin-mesin berat ataupun ringan; termasuk komponen-komponen penunjangnya.
– Machinery And Heavy Equipment
– Automotive and Components
– Textile, Garment
– Footwear
– Cable
– Electronics

Consumer goods industry

Meliputi usaha pengolahan yang mengubah bahan dasar/setengah jadi menjadi barang jadi yang pada umumnya bisa dikonsumsi secara pribadi/rumah tangga.
– Food And Beverages
– Tobacco Manufacturers
– Pharmaceuticals
– Cosmetics and Household
– Houseware
– Others

Property, real estate, and building construction

Konstruksi, meliputi semua usaha pembuatan, perbaikan, pembongkaran rumah dan juga berbagai jenis gedung. Real estate, mencakup semua usaha, penjualan, pembelian, persewaan, dan juga pengoperasian berbagai macam bangunan tempat tinggal dan juga bukan tempat tinggal.
– Property and Real Estate
– Building Construction

Infrastructure, utility, and transportation

Meliputi semua usaha penyediaan energi, transportasi, telekomunikasi, serta bangunan infrasruktur dan jasa-jasa penunjangnya. Bangunan infrastruktur ini mencakup bangunan non gedung dan juga rumah.
– Energy
– Toll Road, Airport, Harbor and Allied Products
– Telecommunication
– Transportation
– Non Building Construction

Finance

Sektor keuangan, meliputi semua usaja perantara keuangan, lembaga pembiayaan, asuransi, perusahaan efek, dan juga perusahaan investasi.
– Bank
– Financial Institution
– Securities Company
– Insurance
– Others

Trade, service, and investment

Mencakup semua usaha perdagangan partai besar dan juga kecil/eceran. Usaha yang berkaitan pada sektor jasa seperti hotel, restoran, komputer dan perangkatnya, periklanan dan media serta industri percetakan.
– Wholesale
– Retail Trade
– Restaurant, Hotel and Tourism
– Advertising, Printing & Media
– Healthcare
– Computer And Services
– Investment Company
– Others

 

MANFAAT DAN KEUNTUNGAN DARI SAHAM

Salah satu manfaat  utama yang dimiliki oleh saham adalah dapat digunakan sebagai instrumen untuk investasi, baik dalam jangka waktu pendek maupun dalam jangka panjang.

Mereka yang dapat memanfaatkan saham sebagai investasi untuk jangka pendek biasanya hanya menginginkan capital gain. Yaitu dari selisih harga jual dan juga harga beli. Berbeda halnya dengan mereka yang memanfaatkan Stock sebagai investasi untuk jangka panjang, dimana mereka akan rutin untuk membeli atau menabung stock.

Jadi, ada dua keuntungan yang dapat diperoleh oleh investor saham, yaitu sebagai berikut:

Capital Gain, adalah suatu keuntungan yang diperoleh dari selisih antara harga jual saham yang lebih tinggi dari harga belinya. Setiap investor stock memperoleh keuntungan sesuai dengan besarnya stock yang dimiliki dan sesuai dengan harga stock pada saat dijual.

Dividen, adalah suatu keuntungan yang diperoleh dari pembagian dividen secara tunai oleh suatu emiten. Hal ini merupakan suatu pendapatan tambahan yang diperoleh oleh investor apabila membeli saham dari emiten yang mempunyai kinerja pendapatan yang bagus.

 

RESIKO DALAM INVESTASI SAHAM

Meskipun saham dianggap sebagai investasi yang sangat menguntungkan, pada dasarnya investasi stock ini mempunyai risiko tersendiri. Adapun beberapa risiko dalam berinvestasi stock adalah sebagai berikut:

  1. Risiko Likuidasi

Risiko ini akan terjadi pada saat emiten bangkrut atau likuidasi dimana para pemegang saham akan mempunyai hak klaim terakhir terhadap aktiva perusahaan. Hak klaim tersebut terjadi setelah seluruh kewajiban dari emiten tersebut dibayar lunas. Bahkan para pemegang stock dapat saja tidak memperoleh apapun. Hal ini dapat terjadi pada saat aktiva dari emiten tidak ada yang tersisa setelah emiten membayar seluruh kewajibannya.

  1. Tidak Adanya Pembagian Dividen

Risiko ini terjadi pada saat emiten menggunakan seluruh keuntungan perusahaan untuk melakukan suatu ekspansi usahanya sehingga akan memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham.

  1. Investor akan Kehilangan Modal

Risiko ini dapat terjadi pada saat harga beli saham ternyata lebih besar daripada harga jualnya sehingga para pemegang stock akan kehilangan modalnya atau biasa disebut dengan istilah capital loss.

  1. Saham Delisting atau Dihapus dari Bursa

Ada beberapa alasan yang menyebabkan saham delisting atau dihapus dari pencatatan bursa sehingga stock tersebut tidak dapat untuk diperdagangkan. Tentu saja hal ini akan menyebabkan emiten dan para pemegang stock memperoleh suatu kerugian.

Digital Site Kami seorang Muslim dan seorang Pemimpi. Ada banyak sekali mimpi yang ingin kami wujudkan. Salah satunya adalah membuat Blog yang bisa menjadi amal Jariah kami dan bermanfaat bagi orang banyak. Kami percaya ketika kami melakukan hal yang TERBAIK dengan DOA, maka yang BAIK akan TERCAPAI dengan SEMPURNA. ( Fuad & Nanda )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *