Digital Site Kami seorang Muslim dan seorang Pemimpi. Ada banyak sekali mimpi yang ingin kami wujudkan. Salah satunya adalah membuat Blog yang bisa menjadi amal Jariah kami dan bermanfaat bagi orang banyak. Kami percaya ketika kami melakukan hal yang TERBAIK dengan DOA, maka yang BAIK akan TERCAPAI dengan SEMPURNA. ( Fuad & Nanda )

Obligasi Adalah: Pengertian, Sejarah, Jenis, Karakter, Resiko, Kelebihan

5 min read

obligasi adalah

Obligasi atau surat uatang  atau bond merupakan salah satu produk dari pasar modal. Obligasi ini dapat disebut sebagai surat utang jangka menengah sampai dengan panjang yang bisa dipindah tangankan. Obligasi ini merupakan produk salah satu produk dari pasar modal yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Nah, dalam artikel ini akan dibahas secara lengkap tentang obligasi. Berikut merupakan ulasannya.

PENGERTIAN OBLIGASI

Apa itu obligasi? Obligasi adalah surat pengakuan atau pernyataan utang jangka menegah sampai jangka panjang yang diterbitkan oleh pihak yang mempunyai janji untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang sudah ditentukan pada pihak pembeli obligasi tersebut.

Nah, dalam pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa penerbit obligasi adalah pihak yang mempunyai hutang dan pemegang obligasi adalah yang berpiutang.

 

PENGERTIAN OBLIGASI MENURUT PARA AHLI

Supaya bisa lebih memahami apa itu obligasi, maka berikut merupakan pendapat para ahli tentang obligsi.

  1. Eduardus Tandelilin

Obligasi adalah suatu sekuritas yang didalamnya berisi janji untuk membayarkan pembayaran sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

  1. Jonathan B. Berk

Obligasi adalah salah satu surat berharga yang dikeluarkan atau diterbitkan oleh suatu perusahaan dengan tujuan untuk memperoleh dana dari investor dengan kompensasi dalam bentuk bunga yang dibayarkan berdasarkan perjanjian.

  1. Yuliana dkk

Obligasi adalah surat pengakuan atas utang yang dikeluarkan oleh perusahan atau lembaga lain sebagai pihak yang berutang, yang mempunyai suatu nilai nominal tertentu dan kesanggupan untuk membayar bunga secara berkala atas dasar presentase tertentu yang tetap.

  1. Frank J. Fabozzi

Obligasi adalah suatu surat pengakuan terhadap hutang dari suatu pihak yang akan dibayar lunas ketika jatuh tempo sebesar jumlah nominalnya. Penghasilan yang bisa didapatkan dari obligasi adalah bunga yang dibayarkan oleh penerbit obligasi.

Baca Juga: Saham Adalah: Pengertian, Manfaat, Jenis-Jenis, Resiko, Klasifikasi di BEI

 

SEJARAH OBLIGASI

Pada saat Perang Dunia I pecah, dana milik pemerintah Amerika Serikat memang tidak seperti sekarang ini. Nyatanya, jumlah dana yang ada ketika masa itu tidak mampu untuk menutup semua biaya perang.

Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah Amerika Serikat memanfaatkan kendalinya terhadap uang rakyat. Pemerintah Amerika Serikat menaikan pajak terhadap warganya. Hal tersebut bertujuan untuk dapat mencukupi kekurangan biaya perang. 3 tahun setelah PD 1, tepatnya pada tahun 1917, pemerintah Amerika Serikat menemukan solusi alternatif yang dapat digunakan untuk menutup hutang negara. Solusi alternatif tersebut lebih dikenal dengan Liberty Bond atau Obligasi Liberty yang sudah bisa membebaskan AS dari krisis ekonomi.

Liberty Bond ini diaplikasikan oleh pemerintah AS untuk memperoleh uang lebih dengan tujuan untuk menutupi biaya perang atau defisit negara. Yaitu dengan cara menjual obligasi tersebut kepada warga negara Amerika. Mereka di tawari imbalan yang besar.

Sangat mengejutkan hanya dalam waktu singkat pemerintah AS sukses mengumpulkan dana yang sangat besar dari hasil penjualan obligasi tersebut. Seiring berjalannya waktu penjualan dari obligasi ini semakin banyak. Dan tentunya tidak dapat dipungkiri, surat utang yang disebut dengan Obligasi Liberty ini semakin dikenal oleh masyarakat luas. Berikut merupakan iklan yang digunakan oleh pemerintah AS untuk mendorong rakyatnya membeli obligasi.

Liberty Bond obligasi

 

JENIS-JENIS OBLIGASI

Obligasi ini mempunyai beberapa jenis yang berbeda. Berikut merupakan penjelasannya.

Dari Segi Penerbit

  1. Corparate Bonds, adalah obligasi yang diterbitkan oleh suatu perusahaan, baik yang berbentuk BUMN (Badan Usaha Milik Negara) ataupun badan usaha swasta.
  2. Government Bonds, adalah obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat.
  3. Municipal Bonds, adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk membiayai proyek-proyek yang berkaitan dengan kepentingan public (public utility).

Dari Sistem Pembayaran Bunga

  1. Zero Coupon Bonds, adalah surat utang yang tidak melakukan pembayaran bunga secara periodik, tapi bunga dan pokok dibayarkan sekaligus pada saat jatuh tempo.
  2. Coupon Bonds, adalah surat utang dengan kupon yang dapat diuangkan secara periodik sesuai dengan ketentuan penerbitnya.
  3. Fixed Coupon Bonds, adalah surat utang dengan tingkat kupon bunga yang sudah tentukan pada saat sebelum masa penawaran di pasar perdana dan akan dibayarkan secara periodik.
  4. Floating Coupon Bonds, adalah surat utang dengan tingkat kupon bunga yang ditentukan sebelum jangka waktu. Ditentukan berdasarkan suatu acuan (benchmark) tertentu. Seperti Average Time Deposit, yaitu rata-rata tertimbang tingkat suku bunga deposito dari bank pemerintah dan swasta.

Dari Hak Penukaran/Opsi

  1. Convertible Bonds, adalah surat utang yang memberikan hak pada pemegangnya untuk mengkonversikan surat utang tersebut ke dalam sejumlah saham milik penerbitnya.
  2. Exchangeable Bonds, adalah surat utang yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menukar saham perusahaan ke dalam sejumlah perusahaan afiliasi milik penerbitnya.
  3. Callable Bonds, adalah surat utang yang memberikan hak kepada emiten untuk membeli kembali surat utang pada harga tertentu sepanjang umur surat utang tersebut.
  4. Putable Bonds, adalah surat utang yang memberikan hak kepada investor yang mengharuskan emiten membeli kembali surat utang pada harga tertentu sepanjang umur surat utang tersebut.

Dari Segi Jaminan atau Kolateral

  1. Unsecured Bonds, adalah surat utang yang tidak dijaminkan dengan kekayaan tertentu, namun dengan kekayaan penerbitnya secara umum.
  2. Secured Bonds, adalah surat utang yang dijamin dengan kekayaan tertentu dari penerbitnya atau dengan jaminan lain dari pihak ke-3. Jenis surat utang ini terdiri dari:

Guaranted Bonds, adalah surat utang yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin dengan penanggungan dari pihak ke-3.

Mortgage Bonds, adalah surat utang yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin dengan agunan hipotik atas property atau asset tetap.

Collateral Trust Bonds, adalah surat utang yang dijamin dengan efek yang dimiliki penerbit dalam portofolionya. Misalnya saham-saham anak perusahaan yang dimilikinya.

Dari Segi Nominal

  1. Conventional Bonds, adalah surat utang yang lazim diperjualbelikan dalam satu nominal Rp.1.000.000.000 per satu lot.
  2. Retail Bonds, adalah surat utang yang diperjualbelikan dalam satuan nilai nominal yang kecil, baik corporate bonds atau government bond.

Dari Segi Perhitungan Imbal Hasil

  1. Conventional Bonds, adalah surat utang yang diperhitungkan dengan menggunakan sitem bunga.
  2. Syariah Bonds, adalah surat utang yang perhitungan imbal hasil dengan menggunakan perhitungan bagi hasil. Dalam perhitungan ini dikenal 2 macam surat utang syariah, yaitu.
  3. Obligasi Syariah Mudharabah, adalah surat utang syariah yang mengaplikasikan akad bagi hasil. Sehingga penghasilan yang diperoleh investor dari surat utang tersebut diperoleh setelah mengetahui pendapatan dari emiten.
  4. Obligasi Syariah Ijarah, adalah surat utang syariah yang mengaplikasikan akad sewa. Sehingga kupon (fee ijarah) bersifat tetap, dan bisa diketahui/diperhitungkan sejak awal surat utang diterbitkan.
Baca Juga: Bank Syariah: Pengertian, Sejarah, Ciri, Jenis, Produk, Penilaiannya

 

KARAKTERISTIK OBLIGASI

  1. Nilai nominal (face value) adalah nilai pokok dari suatu surat utang yang akan diterima oleh pemegang surat utang ketika jatuh tempo.
  2. Kupon (interest rate) adalah nilai bunga yang diterima oleh pemegang surat utang secara berkala (periode pembayaran kupon obligasi adalah setiap 3 atau 6 bulanan).
  3. Jatuh tempo (maturity) adalah tanggal ketika pemegang surat utang akan mendapatkan pembayaran kembali pokok atau nilai nominal surat utang yang dimilikinya. Periode jatuh tempo surat utang ini bervariasi, mulai dari 365 hari sampai dengan diatas 5 tahun. Surat utang yang akan jatuh tempo dalam waktu 1 tahun akan lebih mudah diprediksi. Sehingga mempunyai resiko yang lebih kecil dibandingkan dengan surat utang yang memiliki jatuh tempo dalam waktu 5 tahun. Secara umum, semakin panjang jatuh tempo suatu surat utang maka semakin tinggi kupon atau bunganya.
  4. Penerbit/emiten (issuer) adalah penerbit dari surat utang.

Harga obligasi ini berbeda dengan harga saham, jika harga saham dinyatakan dalam bentuk mata uang, maka harga obligasi dinyatakan dalam persentase (%), yaitu persentase dari nilai nominal. Terdapat 3 kemungkinan harga pasar dari obligasi yang ditawarkan, yaitu sebagai berikut.

  1. Par (nilai pari). Harga surat utang sama dengan nilai nominalnya. Misalnya surat utang dengan nilai nominal Rp.50.000.000 dijual pada harga 100%. Maka nilai surat utang tersebut adalah 100% x Rp.50.000.000 = Rp.50.000.000
  2. At Premium (dengan premi). Harga surat utang lebih besar dari nilai nominal. Misalnya surat utang dengan nilai nominal Rp.50.000.000 dijual dengan harga 102%. Maka nilai obligasi adalah 102% x Rp.50.000.000 = Rp.51.000.000
  3. At Discount (dengan diskon). Harga surat utang lebih kecil dari nilai nominal. Misalnya surat berharga dengan nilai nominal Rp.50.000.000 dijual dengan harga 98%. Maka nilai dari surat utang adalah 98% x Rp.50.000.000 = Rp.49.000.000

 

KEUNTUNGAN OBLIGASI

  1. Investasi dalam bentuk surat utang ini adalah investasi yang aman. Karena pembayaran pokok utang dan kupon dijamin dalam peraturan perundang-undangan.
  2. Surat utang ini bisa dijadikan sebagai agunan kredit di bank atau untuk membeli instrument aktiva lain.
  3. Pemegang surat utang ini memperoleh keuntungan dari capital gain, yaitu selisih dari harga surat utang pada saat diperdagangkan.
  4. Mudah untuk diperdagangkan di pasar sekunder sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan BEI atau di luar BEI.
  5. Pemegang surat utang ini memperoleh bunga yang pada umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan bunga deposito bank.

 

KEKURANGAN OBLIGASI

  1. Adanya resiko gagal bayar dari penerbit surat utang. Sehingga investor tidak akan memperoleh untuk atau bahkan kehilangan pokok investasinya. Resiko seperti ini tidak terdapat pada surat utang negara yang tentunya terlindungi undang-undang.
  2. Surat utang ini mudah terpengaruh oleh perubahan ekonomi, situasi politik, dan suku bunga.
  3. Investor akan mengalami kerugian jika menjual surat utang di pasar sekunder sebelum jatuh tempo. Karena harga jual surat utang tersebut lebih rendah daripada harga belinya.

Nah, demikian merupakan penjelasan tentang obligasi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Terimakasih.

Digital Site Kami seorang Muslim dan seorang Pemimpi. Ada banyak sekali mimpi yang ingin kami wujudkan. Salah satunya adalah membuat Blog yang bisa menjadi amal Jariah kami dan bermanfaat bagi orang banyak. Kami percaya ketika kami melakukan hal yang TERBAIK dengan DOA, maka yang BAIK akan TERCAPAI dengan SEMPURNA. ( Fuad & Nanda )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *