Digital Site Kami seorang Muslim dan seorang Pemimpi. Ada banyak sekali mimpi yang ingin kami wujudkan. Salah satunya adalah membuat Blog yang bisa menjadi amal Jariah kami dan bermanfaat bagi orang banyak. Kami percaya ketika kami melakukan hal yang TERBAIK dengan DOA, maka yang BAIK akan TERCAPAI dengan SEMPURNA. ( Fuad & Nanda )

Manajemen Keuangan Adalah: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan

7 min read

pengertian manajemen keuangan

Manajemen keuangan pada umumnya membahas semua yang berhubungan dengan uang pada suatu perusahaan. Uang dan juga pengelolaannya menjadi focus utama bagi manajemen keuangan. Mereka yang mempunyai tugas untuk mengelola keuangan yang ada di perusahaan disebut dengan manajer keuangan. Manajer keuangan mempunyai kepentingan dengan penentuan jumlah aktiva/harta yang layak dari investasi dan pemilihan berbagai sumber dana untuk pembelanjaan aktiva tersebut. Peran dari seorang manajer keuangan ini sangatlah penting bagi suatu perusahaan.

Nah, dalam artikel ini akan dibahas secara lengkap. Berikut merupakan ulasannya.

PENGERTIAN MANAJEMEN KEUANGAN

Manajemen keuangan adalah manajemen terhadan semua fungsi keuangan. Fungsi keuangan ini meliputi bagaimana memperoleh dana dan bagaimana menggunakan dana tersebut.

 

PENGERTIAN MANAJEMEN KEUANGAN MENURUT PARA AHLI

Agus Sartono

Dalm bukunya yang berjudul “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”. Manajemen keuangan adalah manajemen dana, baik yang berkaitan dengan pengalokasian dana ke dalam berbagai macam investasi secara efektif atau usaha pengumpulan dana untuk pembiayaan investasi atau pembelanjaan secara efisien.

Bambang Riyanto

Dalam bukunya yang berjudul “Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan”. Manajemen keuangan adalah keseluruhan aktivitas yang mempunyai kaitan dengan usaha untuk memperoleh dan dan menggunakan atau mengalokasikan dana.

Saud Husnan

Dalam bukunya yang berjudul “Dasar-Dasar Manajemen Keuangan”. Manajemen keuangan adalah kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, analisis, dan pengendalian kegiatan keuangan.

Agus Harjito

Dalam bukunya yang berjudul “Manajemen Keuangan”. Manajemen keuangan adalah semua kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan berkaitan dengan bagaimana memperoleh dana, bagaimana menggunakan dana dan bagaimana mengelola asset/harta sesuai dengan tujuan perusahaan secara menyeluruh. Dengan kata lain bahwa manajemen keuangan adalah suatu manajemen tentang bagaimana mendapatkan asset, mendanai asset, dan juga mengelola asset sesuai tujuan perusahaan.

Baca Juga: Manajemen Adalah: Definisi, Unsur, Prinsip, Jenis, Fungsi

 

SEJARAH MANAJEMEN KEUANGAN

Nah, dari tambel tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

Awal abad ke-20

Pada awal abad ke-20 pemikiran tantang keuangan hanya bertumpu pada lingkungan industry, dimana suatu perusahaan beroperasi. Topic yang paling banyak menarik perhatian adalah marger. Marger adalah pembentukan perusahaan baru, perbankan investasi, proses pengumpulan dana melalui pasar modal, serta peraturan pemerintah. Kegiatan ekonomi dan juga bisnis pada saat itu menentukan apa yang harus menjadi pokok perhatian bidang keuangan.

Selama wala tahun 1990 an, berita-berita keuangan dan juga ekonomi dipenuhi tentang konsolidasi, marger dan juga peraturan pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan besar di bidang mobil, minyak, dan baja terbentuk. Pada zaman Teddy Roosevelt ini memperoleh julukan sebagai pencipta iklim usaha raksasa.

Tahun 1930 an

Kebangkrutan usaha besar-besaran turut mengubah bidang keuangan pada tahun 1930 an. Bidang keuangan masih tetap diajarkan sebagai sebuah disiplin ilmu yang bersifat deskriptif. Namun penekanannya selanjutnya terfokus pada kebangkrutan, manajemen likuidasi dan berbagai cara menghindari masalah keuangan.

Berbagai perubahan politk yang terjadi pada msa tersebut, juga sebagai faktor yang mempengaruhi warna kajian bidang keuangan. Hal-hal yang bersifat politik seperti bertambahnya peraturan dan pengawasan pemerintah terhadap suatu kegiatan perusahaan dan bursa efek serta meningkatnya keharusan bagi perusahaan untuk mengungkapkan data keuangan, mau tidak mau harus diperhatikan. Pengungkapan data tersebut memungkinkan para analis untuk bisa lebih efektif memperhatikan kinerja dari perusahaan sehingga subbidang analisis keuangan semakin diminati.

Tahun 1940 s/d awal 1950

Pada tahun ini teori keuangan masih diajarkan sebagai suatu disiplin ilmu yang deskriptif. Berbagai buku teks utamanya pada saat itu masih menitikberatkan tentang metode dan cara untuk menaikan dana, kebangkrutan, reorganisasi perusahaan, marger dan juga konsolidasi. Sedangkan pokok kajian yang pada awalnya kurang diperhatikan namun selanjutnya banyak dibahas, yaitu manajemen likuidasi, perencanaan keuangan, dan juga penyusunan anggran kas.

Selama pertengahan tahun 1950 an bidang pembelajaran keuangan mengalami perubahan. Dimana sudut pandangnya sudah bergeser dari berbagai pihak luar yang menaksir kondisi dan kinerja menjadi pihak dalam yang menangani manajemen dan pengawasan operasional suatu perusahaan.

Tahun 1960 s/d 1970

Pada tahun tersebut ilmu manajemen keuangan mengalami suatu perubahan pada sisi modal dan utang yang berada di sisi kanan laporan neraca. Dalam hal ini manajemen keuangan memfokuskan pada penetapan suatu kebijakan dan pengambilan keputusan yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Terdapat 2 hal yang menjadi pusat perhatian yang diutamakan. Yaitu kombinasi optimal dari surat-surat  berharga dan bagaimana investor secara individu mengambil keputusan investasi, implikasi terhadap keuangan perusahaan, dan teori portofolio.

Tahun 1970 s/d awal abad 21 (sekarang ini)

Dari tahun 1970 sampai dengan awal abad ke-21 sekarang ini, ilmu manajemen keuangan terus mengalami perkembangan yang pesat. Sebenarnya perkembangan tersebut sudah dimulai dari tahun 1950 an, namun baru terlihat pada tahun 1970 an. Sekitar tahun 1950 an seorang ahli ekonomi yang bernama Joel Dean pada bukunya yang berjudul Capital Budgeting mengubah focus manajemen keuangan perusahaan dari bidang operasional seperti manajemen modal kerja.

Pada tahun yang sama seorang ahli yang bernama Harry Markowitz merumuskan portofolio investasi. Teori ini selanjutnya dikembangkan oleh Treynor dan Lintner melalui teori capital asset princing model. Konsep lain seperti arbitrage princing theory (APT), security market line (SML), dan capital market line (CML) juga berkembang dengan pesat.

 

FUNGSI MANAJEMEN KEUANGAN

Menurut Agus Hartijo terdapat 3 fungsi utama dari manajemen keuangan, yaitu sebagai berikut:

  1. Keputusan investasi (penanaman modal)
  2. Keputusan pendanaan
  3. Keputusan pengelolaan asset

Berikut merupakan penjelasan dari ke-3 fungsi utama tersebut.

Keputusan Investasi (Investment Decision)

Investasi diartikan sebagai penanaman modal yang dilakukan terhadap asset rill dan asset finansial. Keputusan investasi adalah keputusan pada aktiva (asset) apa yang akan dikelola oleh perusahaan. keputusan investasi ini merupakan suatu keputusan yang paling penting dalam fungsi manajemen keuangan. Hal tersebut dikarenakan keputusan ini mempunyai pengaruh secara langsung terhadap besarnya rentabilitas investasi dan aliran kas perusahaan untuk waktu yang akan datang.

Dalam membuat berbagai keputusan investasi, seorang manajer harus menerapkan beberapa langkah sebagai berikut.

  1. Manajer keuangan harus menentukan berapa total asset yang dibutuhkan dalam perusahaan.
  2. Asset yang dibutuhkan harus ditentukan komposisinya, seberapa banyak asset tetap dan seberapa banyak asset lancer.
  3. Untuk bisa menggapai pemanfaatan asset secara maksimal, maka asset-aset yang sudah tidak ekonomis lagi harus dikurangi, dihilangkan atu diganti dengan asset yang baru.

Keputusan Pendanaan (Financing Decision)

Jika keputusan investasi berhubungan dengan berbagai unsur neraca yang berada di sis asset, maka keputusan pendanaan mempelajari berbagai sumber dana yang berada di sisi pasiva. Keputusan pendanaan ini menyangkut beberapa hal sebagai berikut.

  1. Keputusan tentang penetapan sumber dana yang dibutuhkan untuk mendanai investasi.
  2. Penetapan tentang pertimbangan pembelanjaan yang paling baik atau sering disebut struktur modal optimal. Struktur modal optimal adalah suatu pertimbangan utang jangka panjang dan modal sendiri dengan biaya modal rata-rata minimal. Oleh karena itu, harus ditentukan apakah perusahaan akan menggunakan sumber modal eksternal yang berasal dari utang dengan menerbitkan obligasi. Atau dengan menggunakan modal sendiri dengan cara menerbitkan saham baru sehingga biaya modal yang ditanggung oleh perusahaan menjadi minimal.

Keputusan Pengelolaan Asset (Assets Management Decision)

Jika asset sudah didapatkan dengan pendanaan yang tepat maka asset-asset tersebut membutuhkan suatu pengelolaan yang efisien. Manajer keuangan bersama dengan manajer lainnya di perusahaan mempunyai tanggung jawab terhadap semua tindakan dari asset-asset yang ada. Pengalokasian dana yang dipakai uang pengadaan dan pemanfaatan asset menjadi tanggung jawab dari manajer keuangan. Tanggung jawab tersebut menurut manajemen keuangan akan lebih memperhatikan pengelolaan asset lancar daripada asset tetap.

Manajer keuangan yang konservatif akan mengalokasikan dananya sesuai dengan jangka waktu asset yang sedang didanai. Misalnya seperti asset lancar akan didanai dari utang lancar yang jangka waktunya lebih panjang daripada asset lancar dan sebagian dari utang jangka panjang.  Asset tetap yang tidak disusutkan seperti tanah dan biaya dengan modal sendiri dan laba perusahaan atau laba ditahan. Sedangkan asset tetap yang disusutkan seperti bangunan, mesin, dan juga peralatan bisa didanai dengan utang jangka panjang dan modal sendiri.

Utang jangka panjang yang dipakai untuk mendanai asset tetap yang disusutkan tersebut harus lebih panjang jangka waktu pengembaliannya dibandingkan dengan umur ekonomis asset yang didanai. Manajer keuangan berkepentingan untuk menentukan jumlah aktiva dan memilih berbagai sumber dana yang digunakan untuk mendanai aktiva tersebut. Untuk dapat memperoleh dana, manajer keuangan bisa memperolehnya dari dalam atau luar perusahaan. Sumber dari luar perusahaan berasal dari pasal modal, dapat berbentuk utang atau modal sendiri.

Tujuan korporasi

Menurut MP.Tampubolon, dalam mejalankan semua fungsi manajemen keuangan, terdapat tujuan korporasi, yaitu sebagai berikut:

  1. Untuk dapat mencapai kesejahteraan pemegang saham secara maksimal
  2. Mencapai keuntungan yang maksimal dalam jangka panjang
  3. Mencapai hasil manajerial yang maksimal
  4. Mengcapai pertanggungjawaban industry, dalam pengertian meningkatkan kesejahteraan dari karyawan korporasi.

Peningkatan kesejahteraan yang maksimal dari pemegang saham adalah meningkatkan nilai korporasi yang digambarkan dalam peningkatan pembayaran deviden dan harga saham korporasi di bursa. Selain itu peningkatan dari kesejahteraan karyawan juga harus dilakukan di dalam usaha mencapai berbagai tujuan korporasi tersebut. Sehingga apa yang dimaksud full on commitment atau komitmen akan tercapai sepenuhnya antara karyawan dan korporasi.

Dana jangka pendek dan jangka panjang

Peranan dari manajer keuangan akan sangat tampak dalam pencarian sumber dana seperti dana jangka panjang, jangka pendek, dan modal sendiri.

Dana jangka pendek antara lain pinjaman jangka pendek seperti anjak piutang, kredit dari supplier, dan overdraft. Sumber dana jangka panjang seperti leasing debentures, obligasi, pinjaman bank dan warrants. Modal sendiri bisa berupa modal yang disetor oleh para pemilik saham, tambahan modal dari penjualan saham di pasar modal atau laba ditahan. Kemudian dana-dana dari sumber dana jangka pendek ini dialokasikan untuk investasi jangka pendek dalam bentuk kas, piutang, persediaan, dan sekuritas. Sedangkan dana jangka panjang diinvestasikan dalam bentuk asset tetap seperti bangunan, tanah, peralatan pabrik, mesin-mesin, dan alat angkutan. Selain itu dana jangka panjang ini bisa diinvestasikan ke dalam bentuk goodwill dan hak paten.

Dengan begitu manajer keuangan dalam mencari dana dan juga mengalokasikan dana tersebut ke dalam instrument investasi tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai korporasi dan memaksimumkan keuntungan dalam jangka panjang. Serta meningkatkan kesejahteraan karyawan korporasi. Selain itu, tugas dari manajer keuangan juga harus bisa menangani hal berikut ini:

  1. Resiko likuidasi jika korporasi tidak cukup likuidasinya, maka korporasi bisa meminjam kepada bank dengan melaui cerukan, anjak piutang, dan pinjaman jangka pendek.
  2. Default risk, apabila terjadi kasus dimana korporasi tidak bisa membayar pinjaman dalam obligasi ketika jatuh tempo, maka untuk mengatasinya diperlukan dana kritis.
  3. Resiko operasional adalah resiko inflasi dan juga resiko perubahan kurs.
Baca Juga: Saham Adalah: Pengertian, Manfaat, Jenis-Jenis, Resiko, Klasifikasi di BEI

 

FUNGSI MANAJER KEUANGAN

Fungsi dari manajemen keuangan adalah membuat keputusan investasi, pendanaan, dan juga pengelolaan asset pada perusahaan. Dengan begitu pada dasarnya, tugas dari manajer keuangan adalah memaksimalkan nilai dari perusahaan. Kegiatan penting lainnya yang harus dilakukan oleh seorang manajer keuangan menyangkut 4 aspek, yaitu sebagai berikut.

  1. Manajer keuangan harus bisa bekerja sama dengan para manajer lainnya yang mempunyai tanggungjawab terhadap perencanaan umum perusahaan.
  2. Manajer keuangan harus bisa memutuskan perhatian pada berbagai macam keputusan investasi dan juga pembiayaan, serta berbagai hal yang berhubungan dengannya.
  3. Manajer keuangan harus bisa bekerja sama dengan para manajer lainnya di perusahaan supaya perusahaan bisa beroperasi seefisien mungkin.
  4. Manajer harus bisa menghubungkan antara perusahaan dengan pasar keuangan dimana perusahaan bisa mendapatkan dana dan juga menjual surat berharga.

Fungsi Manajer Keuangan Menurut Pandangan Para Pakar

Selain ke-4 fungsi tersebut, menurut pandangan para pakar keuangan, fungsi dari manajer keuangan dapat meliputi yang lainnya seperti berikut ini.

  1. Perencanaan keuangan, yaitu membuat rencana pemasukan, pengeluaran, dan juga semua kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
  2. Penganggaran keuangan, yaitu tidak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat rincian pengeluaran dan juga pemasukan.
  3. Pengelolaan keuangan, yaitu menggunakan dana perusahaan untuk mengoptimalkan dana yang tersedia dengan berbagai cara.
  4. Pencarian keuangan, yaitu mencari dan mengeksplorasi sumber dana yang ada untuk kegiatan operasional perusahaan.
  5. Penyimpanan keuangan, yaitu mengumpulkan dana, menyimpan dan juga mengamankan dana yang ada.
  6. Pengendalian keuangan, yaitu melakukan evaluasi dan juga perbaikan terhadap keuangan perusahaan yang ada supaya tidak terjadi penyimpangan.
  7. Pemeriksaan keuangan, yaitu melakukan audit internal terhadap keuangan perusahaan supaya tidak terjadi penyimpangan.
  8. Pelaporan keuangan, yaitu penyediaan informasi atau data tentang kondisi keuangan perusahaan sekaligus untuk bahan evaluasi.

Fungsi Manajemen Keuangan Dikaitkan Dengan Tujuan

Jika dikaitkan dengan tujuan manajemen keuangan, maka fungsi dari manajer keuangan terdiri dari beberapa hal berikut ini.

  1. Melakukan pengawasan terhadap biaya.
  2. Menetapkan suatu kebijakan harga
  3. Memprediksi laba
  4. Mengukur dan juga menjajaki biaya modal kerja
Baca Juga: Obligasi Adalah: Pengertian, Sejarah, Jenis, Karakter, Resiko, Kelebihan

 

TUJUAN MANAJEMEN KEUANGAN

Menurut Indriyo Gitosodarmo tujuan dari manajemen keuangan bisa dilaksanakan dengan menggunakan 2 pendekatan, yaitu sebagai berikut.

Pendekatan Rasio Hasil

Pendekatan ini menekankan supaya manajer keuangan harus dapat menciptakan keuntungan yang maksimal, namun dengan tingkat resiko yang minim. Untuk mendapatkan keseimbangan tersebut, maka perusahaan harus melaksanakan pengawasan yang ketat terhadap aliran dana.

Pendekatan Likuiditas Profitabilitas

Dalam pendekatan ini, manajer keuangan harus bisa menjaga likuiditas dan juga profitabilitas bersama-sama secara seimbang dan juga selaras. Likuiditas harus dijaga supaya selalu tersedia uang kas guna memenuhi berbagai kewajiban finansial, baik itu internal atau eksternal. Profitabilitas ini berarti harus tercapainya keuntungan jangka panjang.

Untuk dapat mengambil berbagai keputusan yang benar, maka manajer keuangan perlu menentukan tujuan yang akan dicapai. Keputusan yang benar yaitu keputusan yang akan membantu untuk dapat mencapai tujuan tersebut.

Agus Harjito menyatakan bahwa tujuan dari manajemen keuangan ini berhubungan dengan keputusan di bidang keuangan untuk mengoptimalkan nilai perusahaan. bagi suatu perusahaan yang sudah go public, nilai perusahaan akan tergambar dari nilai pasarnya. Semakin tinggi harga sahamnya, maka semakin tinggi pula nilai dari perusahaan tersebut. Bagi perusahaan yang belum go public nilai perusahaan adalah nilai yang terjadi jika perusahaan tersebut di jual.

 

POSISI MANAJEMEN KEUANGAN DALAM STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN

posisi manajer keuangan

Manajemen keuangan mempunyai arti penting pada semua bisnis dan juga berbagai operasi pemerintahan, seperti sekolah, rumah sakit, sampai dengan departemen.

Pekerjaan pada bidang manajemen keuangan bisa dimulai dari mengambil keputusan yang berkaitan dengan ekspansi pabrik sampai dengan jenis sekuritas yang diterbitkan ketika melakukan ekspansi pendanaan. Para manajer keuangan mempunyai tanggung jawab untuk:

  1. Menentukan berbagai syarat keredit ketika pelanggan ingin melakukan pembelian.
  2. Beberapa banyak uang tunai yang disimpan di kasir.
  3. Keputusan untuk memilih mengakuisisi berbagai perubahan lain.
  4. Dan beberapa banyak keuntungan perusahaan yang akan dimasukan kembali ke dalam bisnis atau dibayarkan sebagai deviden.
Baca Juga: Pasar Modal adalah: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Jenis, Produk, Pelaku
Digital Site Kami seorang Muslim dan seorang Pemimpi. Ada banyak sekali mimpi yang ingin kami wujudkan. Salah satunya adalah membuat Blog yang bisa menjadi amal Jariah kami dan bermanfaat bagi orang banyak. Kami percaya ketika kami melakukan hal yang TERBAIK dengan DOA, maka yang BAIK akan TERCAPAI dengan SEMPURNA. ( Fuad & Nanda )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *