Digital Site Kami seorang Muslim dan seorang pemimpi. Kami berprinsip bahwa ketika kami melakukan hal yang TERBAIK dengan DOA, maka yang BAIK akan TERCAPAI dengan SEMPURNA. ( Fuad & Nanda )

Indeks Harga Saham Adalah

4 min read

Indeks harga saham

Membahas tentang aktivitas yang ada di pasar modal saat ini tidak terlepas dari apa yang disebut sebagai indeks harga saham (IHS).

Untuk dapat mengetahui bagaimana kegiatan ekonomi berjalan, bergerak, naik atau turun, banyak orang akan melihatnya dari sisi indeks yang dicapai pada saat itu.

Dalam berbagai surat kabar tidak ketinggalan pula akan dicantumkan bagaimana pergerakan dari indeks saham, khususnya adalah indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari perdagangan terakhir.

Saham disini dijadikan sebagai ukuran karena saham adalah instrument pasar modal yang peminatnya paling banyak. Bahkan sekarang ini, kegiatan politik juga bisa mempengaruhi pergerakan harga saham yang terjadi dan dapat terlihat dari IHS.

Seringkali pergerakan dari dari IHS ini bisa juga dijadikan sebagai indicator yang menggambarkan ekonomi masyarakat.

Meskipun sebetulnya apabila hanya menggunakan indeks harga saham saja kurang akurat, apabila dipakai untuk mengukur apakah kegiatan ekonomi mengalami kenaiakan atau penurunan.

Diperlukan beberapa indicator lain yang bisa mendukung dan saling melengkapi untuk bisa menunjukan pertumbuhan atau penurunan ekonomi yang sebenarnya.

Namun pada kesempatan kali ini Ayodigitalsite.com akan membahas secara lengkap tentang indeks harga saham. Berikut merupakan ulasannya.

 

PENGERTIAN INDEKS HARGA SAHAM

Secara sederhana indeks harga adalah suatu angka yang dipakai untuk membandingkan antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya.

Angka indeks atau indeks adalah suatu angka yang dibuat sedemikian rupa sehingga bisa dipakai untuk melakukan perbandingan antara kegiatan yang sama seperti ekspor, produksi, hasil penjualan, jumlah uang beredar, dan lain sebagainya dalam 2 waktu yang berbeda.

Demikian pula dengan IHS, indeks di sini akan membandingkan perubahan harga saham dari waktu ke waktu.

Apakah mengalami suatu penurunan atau kenaikan dibandingkan dengan suatu waktu tertentu.

Seperti halnya dalam penentuan indeks lainnya, dalam pengukuran indeks harga saham kita membutuhkan 2 macam waktu, yaitu waktu dasar dan waktu yang berlaku.

Waktu dasar akan digunakan sebagai dasar perbandingan, sedangkan waktu berjalan adalah waktu dimana aktivitas akan diperbandingkan dengan waktu dasar.

Baca Juga: Saham Adalah: Pengertian, Manfaat, Jenis-Jenis, Resiko, Klasifikasi di BEI

 

JENIS INDEKS HARGA SAHAM

IHS ini bisa digolongkan menjadi 2 yaitu sebagai berikut.

  1. Indeks Harga Saham Individu (IHSI), adalah indeks yang hanya menunjukan perubahan dari harga saham suatu perusahaan. Indeks tersebut tidak dapat untuk mengukur harga dari suatu saham perusahaan apakah mengalami perubahan, penurunan atau kenaikan. Atau dengan kata lain bahawa indeks ini adalah suatu nilai yang berfungsi untuk mengukur kinerja suatu saham tertentu terhadap harga dasarnya.
  2. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), adalah indeks yang menunjukan pergerakan harga saham secara umum yang tercatat di bursa efek. Indeks jenis inilah yang paling banyak dipakai sebagai acuan tentang perkembangan kegiatan di pasar modal. IHSG ini dapat digunakan untuk menilai situasi pasar secara umum atau mengukur apakah harga saham mengalami suatu kenaikan atau penurunan. Indeks harga jenis ini melibatkan semua harga saham yang tercatat di bursa.

Baca Juga: Pasar Modal adalah: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Jenis, Produk, Pelaku

 

METODE PERHITUNGAN INDEKS HARGA SAHAM

Cara Tertimbang (Sederhana)

Indeks tertimbang adalah indeks yang mempertimbangkan berbagai faktor yang akan mempengaruhi naik turunnya angka indeks tersebut.

Besar kecilnya bobot ini tergantung dari besarnya pengaruh perubahan harga saham tersebut mempengaruhi keseluruhan harga saham yang ada.

Saham yang berperan dalam mempengaruhi pasar, akan diberi bobot besar.

Sedangkan saham yang berperan kecil dalam mempengaruhi pasar akan diberi bobot kecil.

Berikut yang termasuk dalam cara tertimbang (sederhana).

Indeks Harga Saham Individual (IHSI)

Seperti yang sudah diuraikan sebelumnya bahwa kita memerlukan waktu dasar dan waktu yang berlaku untuk menghitung harga saham.

Harga dasar sering disebut dengan H0 dan harga yang berlaku disebut dengan Ht. harga dasar ini ditetapkan sebesar 100%.

Secara sederhananya dapat dituliskan rumus sebagai berikut.

Rumus indeks harga saham

Pergerakan dari nilai indeks ini akan menggambarkan perubahan situasi pasar yang terjadi.

Pasar yang sedang terjadi transaksi aktif, akan digambarkan dengan IHS yang mengalami kenaikan.

Kondisi tersebutlah yang biasanya menggambarkan keadaan yang diharapkan.

Keadaan stabil digambarkan dengan IHS yang tetap, sedangkan pasar yang sedang lesu digambarkan dengan IHS yang mengalami penurunan.

Waktu dasar adalah suatu komponen yang sangat penting dalam penentuan IHS, maka untuk menentukan waktu dasar harus dilakukan dengan benar karena akan digunakan sebagai patokan.

Waktu dasar dipilih ketika situasi stabil.

Misalnya ketika indeks harga tinggi, untuk menentukan indeks harga selanjutnya hasilnya kurang valid, karena akan menunjukan bahwa indeks harga cenderung menurun.

Sebaliknya, apabila penentuan waktu dasar ketika pasar sedang lesu, indeks harga akan cenderung menunjukan kenaikan.

Indeks saham individual ini sangatlah penting, khususnya bagai calon investor yang akan menentukan jenis saham yang akan dibeli.

IHSI tidak akan berubah apabila harga pasar saham tersebut tidak berubah. Hal tersebut karena harga dasar bersifat tetap.

Sepanjang tidak terjadi perubahan harga pasar yang diakibatkan dari harga teoritis baru suatu saham sebagai hasil perhitungan dari pengaruh aksi emiten seperti stock split, right issue, warrant redeption, saham bonus, deviden saham, dan lain sebagainya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Situasi atau keadaan pasar secara umum baru bisa diketahui apabila kita melihat IHSG.

Untuk perhitungan IHSG ini caranya hampir sama dengan menghitung IHSI, namun bedanya adalah harus menjumlahkan semua harga saham yang tercatat.

Rumus untuk menghitung IHSG adalah sebagai berikut.

Rumus indeks harga saham gabungan

Dari angka indeks tersebutlah kita dapat mengetahui apakah kondisi pasar sedang lesu, ramai, atau stabil.

Jika angka IHSG menunjukan diatas 100 ini menandakan kondisi pasar sedang ramai, namun jika angka IHSG menunjukan dibawah 100 ini berarti kondisi pasar sedang lesu.

IHSG menunjukan angka 100 maka kondisi pasar stabil.

Cara Timbangan (Pembobotan)

Metode perhitungan angka indeks dengan menggunakan timbangan (pembobotan) ini ditemukan oleh Laspeyres dan Paasche. Namun ke-2 orang ini memakai faktor timbangan yang berbeda.

Laspeyers mendasarkan pada jumlah saham pada waktu dasar. Sedangkan Paasche mendasarkan pada jumlah saham pada waktu yang bersangkutan.

Pembobotan saham ini dipengaruhi oleh jumlah saham yang didaftarkan oleh perusahaan. Semakin banyak jumlah saham yang didaftarkan, maka akan semakin besar pula bobotnya.

Pada umumnya dengan banyaknya jumlah saham yang didaftarkan, maka saham ini akan semakin likuid dalam transaksi.

Jumlah saham yang dipakai ketika waktu dasar ini didasarkan pada saat perusahaan melakukan go public atau melakukan emisi perdana.

Laspeyres

Cara yang mendasarkan pembobotan pada saat waktu dasar ini ditemukan oleh Laspeyres. Berikut adalah rumus yang dapat digunakan.

Rumus IHSG Laspeyres

Paasche

Untuk perhitungan angka indeks dengan memakai waktu berlaku sebagai bobot ditemukan oleh paasche. Berikut adalah rumus yang dapat digunakan.

Rumus IHSG paasche

Jika dibandingkan, sebetulnya dilihat dari segi praktis, rumus yang ditemukan oleh Laspeyres ini lebih baik.

Hal tersebut dikarenakan bobot yang dipakai tidak berubah, namun secara teoritis kurang baik.

Karena yang berpengaruh terhadap harga sebenarnya adalah jumlah saham pada waktu yang bersangkutan. Selabilknya, secara teoritis rumus Paasche ini sangatlah baik.

Karena perubahan dari jumlah saham diperhitungkan pengaruhnya terhadap perubahan harga, namun secara praktis, cukup sulit untuk diaplikasikan.

Irving Fisher

Untuk dapat menjebatani ke-2 rumus di atas (Laspeyres dan Paasche), maka ada 2 rumus lain yang dipakai untuk menghitung IHSG, yaitu rumus yang ditemukan oleh Irving Fisher dan Drobisch. Berikut merupakan rumus Irving Fisher.

rumus IHSG Drobisch

Drobisch

rumus IHSG Drobisch

Karena jumlah saham yang tercatat ini sangatlah banyak, seingkali apabila harus menghitung seluruh saham yang tercatat akan mengalami kesulitan.

Oleh karena itu, untuk mempermudah, dalam perhitungan hanya memakai sample dari semua saham yang tercatat.

Yang harus diperhatikan disini adalah bagaimana cara pengambilan sample sehingga diperoleh hasil yang dapat mewakili.

Sample ini diambil dari perkiraan saham yang diyakini mempunyai pengaruh atau peranan yang penting dalam mempengaruhi pasar.

Digital Site Kami seorang Muslim dan seorang pemimpi. Kami berprinsip bahwa ketika kami melakukan hal yang TERBAIK dengan DOA, maka yang BAIK akan TERCAPAI dengan SEMPURNA. ( Fuad & Nanda )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *