Digital Site Kami seorang Muslim dan seorang pemimpi. Kami berprinsip bahwa ketika kami melakukan hal yang TERBAIK dengan DOA, maka yang BAIK akan TERCAPAI dengan SEMPURNA. ( Fuad & Nanda )

Penjelasan Tentang Firma

3 min read

persekutuan firma

Apa itu firma atau Vennootschap Onder Firma? Firma (fa) adalah perserikatan atau persekutuan untuk menjalankan usaha antara 2 orang atau lebih dengan menggunakan nama bersama, dengan tanggungjawab masing-masing anggota tidak terbatas. Firma ini salah satu bentuk badan usaha berdasarkan bentuk hukum.

Laba yang didapatkan dari usaha tersebut akan dibagikan bersama-sama. Demikian juga dengan kerugian, semua anggota firma akan menanggung kerugian tersebut. Semua ketentuan tentang firma diatur dalam Pasal 16 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD). Yang berbunyi:

“Yang dinamakan perseroan firma ialah tiap-tiap perserikatan yang didirikan untuk menjalankan sesuatu perusahaan dibawah 1 nama bersama”.

Supaya lebih jelas peraturan tersebut diperkuat dengan pasal 16 dan 18 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHP). Yang menyatakan bahwa persekutuan adalah suatu perjanjian, dimana 2 orang atau lebih sepakat atau setuju untuk secara bersama-sama mengumpulkan sesuatu dengan maksud untung yang diperoleh dibagi antara mereka.

 

PENGERTIAN MENURUT PARA AHLI

  1. Manulang

Menurut Manulang, pengertian firma adalah persekutuan untuk menjalankan suatu perusahaan yang menggunakan nama bersama. Jadi, dengan kata lain firma adalah beberapa orang yang bersekutu untu menjalankan suatu perusahaan.

  1. Wery

Wery berpendapat bahwa pengertian firma adalah perseroan yang menjalankan suatu perusahaan di bawah nama bersama yang tidak sebagai perseroan komanditer.

  1. Willem Molengraaff

Pengertian firma adalah suatu perkumpulan atau persekutuan yang didirikan dengan tujuan untuk menjalankan perusahaan di bawah nama bersama dan para anggotanya tidak terbatas tanggungjawabnya terhadap perikatan perseroan dengan pihak ke-3.

  1. Slagter

Slagter berpendapat bahwa pengertian firma adalah suatu perjanjian kerjasama antara 2 orang atau lebih dengan tujuan untuk menjalankan suatu perusahaan dibawah nama bersama, supaya memperoleh laba terhadap hak kebendaan bersama guna mencapai tujuan.

Para pihak yang berada dalam persekutuan tersebut mengikatkan diri untuk memasukan uang, barang, nama baik, hak-hak, atau kombinasi dari hal tersebut kedalam persekutuan.

Baca Juga: Perseroan Terbatas (PT): Definisi, Ciri-Ciri, Pendiriannya, Jenis PT

 

CIRI-CIRI FIRMA

Untuk dapat mengenali persekutuan firma Anda bisa melihatnya dari ciri-cirinya. Berpedoman pada pengertian firma yang sudah dijelaskan ditas, berikut merupakan ciri-ciri dari firma:

  1. Sebuah badan usaha yang didirikan oleh 2 orang atau lebih yang mengikatkan pada suatu perjanjian.
  2. Menggunakan 1 nama untuk usaha bersama dalam menjalankan semua kegiatan usahanya.
  3. Para pengurus atau anggotanya secara aktif menjalankan dan mengelola perusahaan serta mempunyai tanggungjawab bersama kepada pihak ke-3.
  4. Keanggotaan dari firma berlaku untuk seumur hidup dan sangat mengikat.
  5. Para anggota atau pengurus sama-sama mempunyai hak untuk membubarkan firma.
  6. Masing-masing pengurus atau anggotanya bisa melakukan perjanjian dengan pihak lain.
  7. Keuntungan dibagikan secara proporsional sesuai dengan modal yang disertakan kepada para anggota atau pengurusnya.
  8. Pendiriannya pada umumnya menggunakan akta notaris, tapi hal tersebut bukan merupakan persyaratan yang wajib.

 

JENIS-JENIS FIRMA

Berdasarkan aktivitas usaha yang dijalankannya firma dibagi menjadi 4 jenis. Yaitu sebagai berikut.

  1. Firma dagang (Trading partnership)

Firma dagang adalah persekutuan yang dibentuk untuk menjalankan usaha di bidang industry perdagangan. Kegiatan utama dari usahanya ini adalah membeli dan menjual barang dan/atau jasa. Berikut merupakan contohnya: Perusahaan Crocs, Perusahaan Nike, Perusahaan Diadora.

  1. Firma Non-Dagang

Firma non-dagang ini didirikan dengan tujuan untuk menjalankan usaha di bidang industry jasa. Kegiatan utamanya adalah menjual produk jasa. Beberapa contoh dari firma non-dagang diantaranya sebagai berikut: konsultan bisnis, kantor akuntan public, konsultan hukum, kantor pengacara, dan lain sebagainya.

  1. Firma Umum (General partnership)

Firma umum adalah persekutuan dimana para anggotanya mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas. Para anggotanya pada umumnya mempunyai tanggungjawab terhadap berjalannya operasional perusahaan, baik itu kewajiban hutang dan piutang.

  1. Firma Terbatas (Limited partnership)

Limited partnership adalah persekutuan dimana para anggotanya mempunyai kekuasaan terbatas terhadap perusahaan. Selain itu, tanggungjawab dan juga kewajiban dari para anggotanya terbatas. Berikut merupakan beberapa contoh firma terbatas: Fa Indo Eternity, Fa Multi Marketing, Fa Panghudi Luhur, Fa Sumber Rezeki.

Baca Juga: Manajemen Keuangan Adalah: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan

 

SIFAT-SIFAT FIRMA

Berikut merupakan beberapa sifat dari persekutuan firma:

  1. Umur terbatas
  2. Perwakilan atau keagenan secara bersama
  3. Para anggotanya berhak mendapatkan pembagian keuantungan dari kegiatan usahanya
  4. Mempunyai tanggungjawab tidak terbatas
  5. Terdapat kepentingan terhadap masing-masing anggota
  6. Terdapat partisipasi dalam menjalankan usahanya
  7. Badan usaha ini digunakan untuk berbagai kegiatan usaha skala kecil atau skala besar
  8. Para anggotanya bisa menjadi agen atau wakil dari perusahaan untuk tujuan usahanya
  9. Pembubaran akan terjadi apabila salah satu anggota mengundurkan diri atau meninggal
  10. Tanggungjawab dari seorang anggota tidak terbatas hanya pada jumlah investasinya
  11. Seluruh investasi yang ada di persekutuan tidak lagi dimiliki secara terpisah oleh masing-masing anggota.

 

PENDIRIAN FIRMA

Pendirian firma ini terdiri dari 4 tahapan, berikut merupakan tahapan dan penjelasannya.

  1. Semua pihak yang ingin mendirikan persekutuan firma harus menyiapkan akta yang didalamnya minimal dapat memuat beberapa hal sebagaimana ditentukan oleh pasal 26 KUHD, yaitu sebagai berikut.
  • Nama lengkap, pekerjaan, dan tempat tinggal dari para pendirinya.
  • Nama firma yang didirikan (termasuk tempat kedudukannya).
  • Keterangan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan di kemudian hari.
  • Nama sekutu yang berkuasa untuk menandatangani perjanjian terhadap nama firma.
  • Saat dimulai dan berakhirnya dari firma.
  • Klausul yang berkaitan dengan hubungan antara pihak ke-3 dengan firma.
  1. Pembuatan akta. Semua berkas akta yang sudah disiapkan selanjutnya disusun menjadi akta otentik yang dibuat di hadapan notaris sesuai dengan pasal 22 KUHD.
  2. Akta otentik tersebut kemudian didaftarkan pada register Kepaniteraan Pengadilan Negeri dimana firma berkedudukan (pasal 23 KUHD).
  3. Akta yang sudah didaftarkan ke pengadilan negeri kemudian diumumkan dalam Berita Negara.

 

KEKURANGAN FIRMA

  1. Sering terjadinya konflik antaranggota kongsi yang berkaitan dengan pembagian keuntungan dari hasil usaha.
  2. Tanggungjawab keuangan terbatas karena sudah dibagi dengan para anggota kongsi lainnya.
  3. Jika perusahaan mengalami kebangkrutan, maka asset dan kekayaan pribadi dapat menjadi barang yang akan disita untuk menjamin kerugian perusahaan.
  4. Apabila ada 1 anggota yang mengalami kerugian, maka seluruh anggota lain harus ikut menanggungnya. Demikian juga apabila 1 anggota terkena kasus hukum, maka anggota lain pun bisa terseret kedalamnya.
  5. Keterbatasan pada kemampuan keuangan.
  6. Kontinuitas atau keberlanjutan kerja karyawan terbatas.
  7. Keterbatasan terhadap kemampuan manajerial.

 

KELEBIHAN FIRMA

  1. Modal awal untuk membangun usaha yang lebih besar, karena berasal dari iuran setiap anggota yang tergabung didalamnya.
  2. Motivasi usaha yang cukup tinggi.
  3. Penanganan aspek hukum minimal.
  4. Sistem pengelolaan yang lebih professional karena terdapat pembagian tugas yang jelas untuk setiap struktur organisasi.
  5. Pemilihan pemimpin ini didasarkan pada kemampuan dan juga keahlian dari masing-masing, bahkan biasanya pada persekutuan firma tertentu terdapat lebih dari 1 pemimpin.
  6. Mudah untuk mendapatkan pinjaman modal, karena terdapat akta notasir.
  7. Pembagian keuntungan didasarkan pada modal awal yang disetor sehingga sistemnya hampir sama dengan penanaman saham. Bedanya seluruh anggota yang menanam modal berhak aktif untuk mengelola jalannya perusahaan.
Digital Site Kami seorang Muslim dan seorang pemimpi. Kami berprinsip bahwa ketika kami melakukan hal yang TERBAIK dengan DOA, maka yang BAIK akan TERCAPAI dengan SEMPURNA. ( Fuad & Nanda )

Asuransi Adalah

Digital Site
6 min read

Bank Mandiri

Digital Site
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *