Digital Site Kami seorang Muslim dan seorang pemimpi. Kami berprinsip bahwa ketika kami melakukan hal yang TERBAIK dengan DOA, maka yang BAIK akan TERCAPAI dengan SEMPURNA. ( Fuad & Nanda )

Domain

5 min read

domain adalah

Sekitar akhir tahun 1985an, terdapat 6 nama domain yang sudah terdaftar di dunia. Jumlah tersebut sudah diperluas menjadi 265 juta nama domain yang terdaftar secara global menurut Verisign.

Pada saat sekarang ini tampaknya sangat cocok untuk mengakui bahwa alamat jaringan atau nama domain sangatlah membantu untuk menavigasi semua kegiatan yang ada di internet.

Sejarah Domain

Berikut merupakan sejarah perkembangan domain.

1985: Domain .com Yang Pertama

Pada 15 Maret 1985, Symbolics Inc, salah satu produsen komputer yang ada di Massachusetts secara resmi mendaftarkan nama domain mereka yaitu Symbolics.com.

Hal tersebut menjadi nama domain (.com) pertama yang ada di dunia. Domain tersebut menjadi milik Symbolics Inc selama 25 tahun lamanya.

Kemudian pada tahun 2009, nama domain tersebut secara resmi dibeli oleh XF.com Investments.

1995: Pendaftaran Nama Domain Tidak Lagi Gratis

Sebelum memasuki tahun 1995, siapa saja yang ingin membuat nama domain dapat mendaftar secara gratis.

Hal tersebut berubah pada saat National Science Foundation diberikan suatu kewenangan tentang biaya untuk pendaftaran oleh salah satu perusahaan konsultan teknologi, Network Solutions.

Pada saat itu harga domain mulai dari $100 untuk keaktifan domain selama 2 tahun.

1998: Privatisasi DNS dan ICANN

Memasuki tahun 1998, Departemen Perdagangan yang berada di bawah desakan Presiden Clinton, mengeluarkan proposal yang berisi tentang privatisasi untuk Domain Name System (DNS) yang kemudian dikuasai oleh pemerintah Amerika Serikat.

Dokumen tersebut dikenal sebagai “Green Paper” yang diciptakan dengan tujuan untuk meningkatkan persaingan di pasar dan juga mendorong lebih banyak partisipasi internasional.

Kritik yang berasal dari publik terhadap dokumen “Green Paper” tersebut menimbulkan terbentuknya  “White Paper”  yang menunjukkan keprihatinan terhadap dokumen asli dan juga menyebabkan pembentukan ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers).

2003: Kebenaran Dalam Undang – Undang Nama Domain

Pada tahun 2003 domain dimasukkan ke dalam Undang-Undang PROTECT, karena semakin merajalela-nya penipuan nama domain di Amerika Serikat pada saat itu.

Dalam UU tersebut ditetapkan hukuman bagi pencipta nama domain untuk penipuan.

Beberapa dari nama domain penipu mengarahkan para pengunjung ke situs p*rn* yang tidak sesuai dengan nama domain yang ada.

2007: Penjualan Domain Paling Mahal

Nama domain paling mahal yang pernah terjual yaitu VacationRentals.com dengan harga $35 juta atau dirupiahkan seharga Rp.397,7 miliar.

Sang pembeli, Ben Sharples, mengaku bahwa membeli domain tersebut dengan tujuan supaya tidak dipakai oleh kompetitornya, Expedia.

2012: Seseorang Mendaftarkan Sekitar 14.962 Domain Dalam Waktu 24 Jam

Sekitar bulan April 2012, Mike Mann, yang merupakan seorang spekulan domain mendaftarkan sekitar 14.962 nama domain dalam kurun waktu 24 jam.

Dalam penjelasan terhadap tindakannya tersebut, dia mengatakan “Saya benar-benar serakah. Saya ingin memiliki dunia”.

2013: Internet Kehabisan 4 Kombinasi Nama Untuk Domain .com

Sekitar bulan Desember 2013, WhoAPI, yang merupakan sebuah startup analisis data domain mengatakan bahwa kemungkinan setiap kombinasi dari 4 huruf nama domain (.com) sudah terdaftar.

Mulai dari AAAA.com sampai dengan ZZZZ.com, total-nya mencapai 456.976 kombinasi sudah habis.

Kombinasi dari 3 huruf (.com) sudah habis digunakan sejak tahun 1997.

2014: Lebih Dari 100 Top Level Domain (TLD) Baru Berhasil Ditambahkan

Top Level Domain (TLD) adalah suatu teks yang banyak dikenali oleh para pengguna web dan juga terletak pada akhir URL seperti (.com), (.org), (.id), dan lain sebagainya.

Pada tahun 2014, lebih dari 100 TLD baru sudah berhasil ditambahkan. Hal tentunya meningkatkan kemungkinan munculnya berbagai macam situs baru secara eksponensial.

2017 : Peningkatan Jumlah Domain Secara Terus Menerus

Peningkatan jumlah domain terus terjadi dari waktu ke waktu sampai pada awal tahun 2017 mencapai angka yang sangat fantastis yaitu ada tambahan sekitar 330,6 juta nama domain.

Rincian lengkapnya tentang berbagai macam jenis ekstensi apa saja yang bertambah dan lain sebagainya dapat Kamu baca di artikel Verisign Blog yang baru saja dirilis pada bulan Juli 2017.

 

Pengertian Domain

Domain adalah sebuah nama unik yang digunakan untuk dapat mengidentifikasi suatu server komputer (seperti web server dan mail server) di jaringan internet.

Oleh karena itu, pengguna akan lebih mudah untuk dapat mengakses-nya tanpa harus repot – repot mengingat IP address server tersebut.

Pada dasarnya untuk dapat mengakses berbagai macam informasi dari sebuah server, Kamu harus menggunakan sebuah alamat IP atau internet protocol.

Namun apabila menggunakan alamat IP tentunya akan meyulitkan bagi pengunjung, maka dari itu diperlukan domain.

Domain ini akan lebih mudah untuk diingat oleh pengunjung dibandingkan dengan alamat IP.

Struktur dari Sistem Nama Domain

Di dalam suatu struktur pada hirarki Domain Name System atau DNS, nama domain dapat dikelompokkan ke dalam beberapa tingkatan, yaitu sebagai berikut:

1. Root Level Domains (RLD)

Root level domain adalah suatu top level hirarki dari sebuah domain atau dapat disebut juga dengan “akar” yang biasanya akan dilambangkan dengan titik (.).

2. Top Level Domain (TLD)

Top level domain adalah suatu ekstensi dari nama domain yang mempunyai perbedaan pada bagian akhir, yakni setelah titik.

Misalnya seperti: (.com), (.net), (.id), (.org) dan lain sebagainya.

3. Second Level Domain (SLD)

Second level domain adalah suatu nama dari domain yang merupakan nama domain setelah ekstensi dari tingkat domain Top Level Domain.

Second level domain ini biasanya akan merujuk pada suatu organisasi yang mendaftarkan nama domain pada suatu registrar domain.

Misalnya seperti Google.com, Google merupakan second level domain dan (.com) merupakan top level domain.

Beberapa registrar domain sudah memperkenalkan suatu hierarki tingkat kedua ke TLD atau top level domain yang dapat menunjukkan suatu jenis entitas yang dimaksudkan untuk bisa mendaftarkan SLD atau second level domain di bawahnya.

Misalnya saja di Indonesia suatu perguruan tinggi atau lembaga akademis yang lainnya akan mendaftarkan situs atau website resminya dengan menggunakan domain (.ac.id).

Sementara suatu perusahaan akan mendaftarkan situs atau website resminya dengan menggunakan domain (.co.id).

4. Hostname

Hostname adalah suatu nama komputer yang dapat digunakan oleh sebuah nama domain.

Sebuah nama domain yang dapat digunakan dengan menggunakan hostname akan menciptakan fully qualified domain name atau yang biasa disebut dengan FQDN untuk setiap komputer.

Baca Juga: Hosting

 

Fungsi Domain

Pada dasarnya domain ini mempunyai fungsi untuk menggantikan alamat IP suatu server komputer sehingga dapat memudahkan pengguna internet untuk dapat mengaksesnya.

Selain itu, masih ada fungsi domain yang lainnya, yaitu sebagai suatu identitas online/ atau suatu brand bisnis di internet.

Seperti yang sudah kita ketahui, pemasaran online adalah sesuatu hal yang sangat penting untuk mengembangkan bisnis di jaman digital seperti sekarang ini.

Nama domain yang mempunyai keunikan dan juga mudah diingat oleh para pengguna internet akan memberikan banyak keuntungan tersendiri bagi para pemilik bisnis.

Itulah alasan yang mendasari mengapa nama domain yang unik, singkat, dan juga mudah untuk diingat oleh para pengguna internet, banyak diburu oleh para pebisnis online.

Bahkan ada banyak sekali dari para pengusaha online yang melakukan riset khusus sebelum menentukan nama domain yang digunakan untuk bisnis mereka.

 

Jenis Domain dan Contoh Domain

Ada banyak jenis domain yang dapat dibedakan berdasarkan ekstensinya. Berikut merupakan beberapa jenis dari domain:

1. Top Level Domain (TLD)

Top level domain adalah suatu segmen yang terakhir dari sebuah nama domain, atau suatu akhiran dari sebuah nama domain.

Top level domain (TLD) dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:

  • Generic Top Level Domain (gTLD)
1(.biz)digunakan untuk situs bisnis.
2(.info)digunakan untuk situs informasi.
3(.com)digunakan untuk situs komersial.
4(.mil)digunakan untuk situs militer.
5(.edu)digunakan untuk situs pendidikan.
6(.org)digunakan untuk situs organisasi.
7(.gov)digunakan untuk situs pemerintahan.
  • Country Code Top Level Domain (ccTLD)
1(.id)digunakan untuk situs di negara Indonesia.
2(.us)digunakan untuk situs di negara Amerika.
3(.uk)digunakan untuk situs di negara Inggris.
4(.sg)digunakan untuk situs di negara Singapura.
5(.my)digunakan untuk situs di negara Malaysia.
6(.cn)digunakan untuk situs di negara Cina/ Tiongkok.

2. Second Level Domain (SLD)

Second level domain adalah suatu nama domain yang didaftarkan oleh seseorang atau sebuah instansi tertentu untuk website atau situs mereka.

Second level domain (SLD) ini tepat berada dibawah top level domain (TLD).

Sebagai contoh, pada nama domain ayodigitalsite.com, ayodigitalsite adalah second level domain (SLD), dan (.com) adalah top level domain (TLD).

3. Third Level Domain

Third level domain adalah suatu nama domain yang berada sebelum Second level domain (SLD) dan top level domain (TLD), atau biasa disebut dengan sub domain.

Jenis domain seperti ini biasanya digunakan untuk suatu keperluan tertentu, misalnya adalah untuk keperluan membuat email.

Contoh dari penggunaan third level domain adalah sebagai berikut:

mail.google.com, mail merupakan third level domain.

www.ayodigitalsite.com, www merupakan third level domain.

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tentang domain. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu. Jika ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan sampaikan di kolom komentar. Terimakasih.

Avatar for Digital Site
Digital Site Kami seorang Muslim dan seorang pemimpi. Kami berprinsip bahwa ketika kami melakukan hal yang TERBAIK dengan DOA, maka yang BAIK akan TERCAPAI dengan SEMPURNA. ( Fuad & Nanda )

Web Server

Avatar for Digital Site Digital Site
6 min read

Fiber Optik

Avatar for Digital Site Digital Site
6 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *