Digital Site Kami seorang Muslim dan seorang pemimpi. Kami berprinsip bahwa ketika kami melakukan hal yang TERBAIK dengan DOA, maka yang BAIK akan TERCAPAI dengan SEMPURNA. ( Fuad & Nanda )

DNS (Domain Name System)

9 min read

apa itu dns (domain name system)?

Apa itu DNS? DNS adalah singkatan dari Domain Name System. Pada awalnya sistem penamaan IP address memakai sistem host table.

Dalam sistem tersebut, masing – masing komputer menyimpan file host.txt yang berisi kombinasi dari IP address dengan nama dari masing – masing komputer yang terhubung ke internet.

Dengan demikian, setiap terjadi penambahan user ataupun perubahan data user, kamu diharuskan untuk memperbarui file host.txt dengan melalui FTP ke seluruh host yang ada di internet.

Tentu saja hal tersebut sangatlah tidak efektif dan sudah tidak mampu lagi untuk menangani kebutuhan yang muncul pada saat ini.

Oleh karena itu Paul Mockapertis memberikan usulan tentang sistem penamaan IP baru pada tahun 1984 yaitu dengan menggunakan Domain Name System (DNS).

Untuk mengetahui lebih lengkap tentang Domain Name System, yuk simak pembahasannya dalam artikel ini!!

Pengertian DNS

DNS merupakan singkatan dari Domain Name System yang merupakan salah satu fondasi internet.

Namun kebanyakan orang tidak mengetahui bahwa mereka telah menggunakan DNS setiap harinya.

Domain Name System adalah suatu sistem yang menghubungkan antara Uniform Resource Locator (URL) dengan Internet Protocol Address (IP Address).

Pada saat awal penemuan internet, orang – orang masih bisa dengan mudah untuk melakukan pencocokan IP address dengan komputer tertentu.

Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi, semakin banyaknya device dan juga jaringan yang ada, tentunya melakukan pencocokan IP address dengan komputernya akan memakan waktu dan tidak mungkin untuk dilakukan.

Dengan adanya Domain Name System ini kamu hanya tinggal mengingat nama domain dan memasukkannya dalam address bar saja.

Selanjutnya DNS akan menerjemahkan domain yang kamu masukkan tersebut ke dalam IP address yang dipahami oleh komputer.

Misalnya seperti, kamu akan mengakses Google, kamu tidak perlu lagi menuliskan 172.217.0.142 ke dalam address bar. Yang perlu kamu lakukan hanya tinggal memasukkan alamat “Google.com” saja.

 

Sejarah DNS

Sebelum memakai Domain Name System, sekitar tahun 1970 an ARPAnet memakai pemetaan dengan bentuk tabel host pada berkas HOSTS.

HOSTS file tersebut berisikan nama host dan juga alamat IP serta pemetaannya dari semua mesin atau komputer yang terhubung dalam jaringan.

Di internet HOSTS tersebut dikelola secara terpusat dan pada setiap lokasi harus di copy versi terbaru dari filenya.

Biasanya update HOSTS tersebut dilakukan dengan menggunakan FTP pada setiap 1 atau 2 minggu sekali.

Dengan semakin berkembangnya internet, berbagai permasalahan mulai muncul.

Misalnya seperti update HOSTS, karena jumlah mesin atau komputer yang harus dituliskan ke dalam HOSTS tersebut terlalu banyak dan tidak efisien.

Selanjutnya pada tahun 1984, Paul Mockapetris memberikan usulan mengenai sistem basis data atau database terdistribusi yang memiliki data tentang pemetaan nama host ke alamat IP dan sebaliknya yang dikenal dengan DNS (Domain Name System).

Pada saat sekarang ini, Domain Name System adalah database terdistribusi dibawah kendali dari ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers).

 

Fungsi DNS

Berikut ini merupakan beberapa fungsi dari DNS (Domain Name System), yaitu sebagai berikut.

1. Mengidentifikasi Komputer

Fungsi yang pertama adalah mengidentifikasi komputer user sebagai suatu titik di dalam jaringan yang sudah terhubung.

Masing – masing komputer yang sudah terhubung ke dalam jaringan, terutama pada jaringan internet akan mempunyai alamat tersendiri yaitu IP address.

Dengan adanya DNS ini, maka jaringan internet akan bisa melakukan identifikasi komputer yang ada sebagai suatu titik atau bagian kecil yang sudah terhubung ke dalam jaringan.

Domain Name System dalam hal ini berperan sebagai tanda pengenal. Peranannya sebagai tanda pengenal tersebut, maka DNS mampu memberikan informasi tentang identitas IP address pada suatu komputer.

Dengan demikian bisa dikenali sebagai satu kesatuan yang sudah terhubung ke dalam jaringan komputer.

Hal tersebut juga berlaku untuk setiap data yang dikirimkan melalui jaringan internet, termasuk menjaga komputer dari penerimaan berbagai hal yang mempunyai sifat tidak aman.

Untuk itu melakukan pemasangan Firewall perlu untuk dilakukan dengan berdasarkan DNS dan IP address sebuah komputer.

2. Menyediakan IP Address

Fungsi yang kedua adalah untuk menyediakan IP address untuk setiap host yang terhubung dalam jaringan internet.

Untuk bisa melakukan identifikasi IP address dari masing – masing host tersebut, maka dipakai-lah DNS.

Oleh karena itu, nantinya masing – masing host yang terhubung ke dalam jaringan internet akan mempunyai IP address.

3. Mendata Server Surat yang Menerima E-Mail

Fungsi yang ketiga adalah melakukan pendataan server surat yang menerima email.

Dalam hal ini Domain Name System juga mempunyai fungsi serta peran yang penting dalam pemakaian server, terutama mail server.

Pada saat mail server bekerja, dalam menerima dan juga meneruskan sebuah email, DNS akan melakukan pekerjaannya dengan cara melakukan pendataan terhadap semua jenis surat elektronik yang melakukan aktivitas, baik yang masuk atau yang keluar di dalam mail server tersebut.

Apabila di ibaratkan, Domain Name System ini seperti supervisor yang melihat dan juga mengawasi, serta mencatat semua bentuk kegiatan yang ada dan menyimpannya.

4. Menerjemahkan Alamat IP ke Nama Domain dan Sebaliknya

Pada saat kamu sebagai user atau administrator akan membuat suatu website, maka tentu saja kamu akan memberikan nama pada website kamu. Misalnya “Mastahbisnis.com”.

Pada saat kamu membuat dan juga mendaftarkan nama website atau alamat website kamu, DNS akan mengkonversi alamat tersebut ke dalam IP address sesuai dengan host yang kamu pakai.

Oleh karena itu Domain Name System ini mempunyai peran yang penting dalam jaringan internet.

Dengan adanya DNS ini nama domain akan dapat dibaca dan mudah dipahami oleh komputer serta seluruh jaringan internet.

5. Mempermudah User dalam Mencari Situs Web

Bayangkan jika tidak ada Domain Name System pada jaringan komputer. Sebuah jaringan komputer tentu saja tidak akan bisa membaca alamat web yang kamu tuliskan pada web browser.

Misalnya kamu menuliskan www.ayodigitalsite.com, maka dengan tidak adanya Domain Name System tersebut komputer tidak akan bisa menemukan halaman web yang kamu cari.

Komputer hanya akan dapat menemukan alamat web tersebut pada saat sudah dilakukan identifikasi alamat IP dari alamat web tersebut.

Nah, jika tidak ada Domain Name System ini tentu saja user akan kerepotan. Hal tersebut dikarenakan untuk menemukan suatu halaman web user harus menghafal IP address yang berupa angka dari setiap halaman web.

6. Melakukan Pencarian Alamat Host

Fungsi yang ke 6 ini ibaratkan seperti seorang kurir pengantar paket yang dapat kamu pakai jasanya.

Domain Name System ini mempunyai fungsi untuk mencari lokasi dan alamat dari host yang kamu ketikkan pada web browser atau situs yang akan kamu kunjungi.

Pada saat alamat host sudah ditemukan, maka permintaan akan segera diproses oleh host dan selanjutnya akan diteruskan ke jaringan.

7. Melakukan Pencarian pada Data Cache

Dan fungsi yang terakhir adalah untuk melakukan pencarian pada data cache. Pada saat Domain Name System melihat dan mencari di data cache, maka DNS tidak harus bekerja lebih berat untuk melakukan identifikasi dan mencari dalam domain atau host.

Cukup dengan melakukan pencarian di data cache, yang sudah pernah dikunjungi sebelumnya.

Hal tersebut tentu saja akan membuat proses output situs yang kamu minta akan menjadi lebih cepat.

 

Bagian – Bagian / Struktur DNS

struktur dns

Struktur dari basis data DNS ini dapat diibaratkan dengan struktur file dari sebuah sistem operasi UNIX.

Semua basis data digambarkan sebagai sebuah struktur terbalik dari sebuah pohon, yang dimana pada puncaknya disebut dengan istilah root node.

Pada masing – masing node dalam pohon tersebut memiliki keterangan atau label misalnya, .org, .com, .edu, .id, dan lain sebagainya.

Hal tersebut dapat diibaratkan dengan relative pathname pada sistem file UNIX, seperti direktori bin, var, usr, dan lain sebagainya.

Pada puncak root node dalam suatu Domain Name System dinotasikan dengan tanda “.” atau “/” pada sistem file UNIX.

Pada masing – masing node juga merupakan root dari sub tree, atau pada sistem file UNIX adalah root direktori dari sebuah direktori. Hal tersebut pada sistem Domain Name System disebut dengan domain.

Pada setiap domain juga memungkinkan nama sub tree yang dapat berbeda pula, hal tersebut disebut dengan sub domain atau sub direktori pada sistem file UNIX.

Pada bagian subdomain juga memungkinkan untuk terdapat sub tree lagi yang dapat dikelola oleh organisasi yang berbeda dengan domain utamanya.

DNS merupakan suatu hirarki pengelompokkan berdasarkan nama yang terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu sebagai berikut.

1. Root Level Domain

Root level domain adalah bagian yang paling tinggi dari hierarki Domain Name System. Pada umumnya root level domain ini berlambangkan tanda titik (.).

2. Top Level Domain

Top level domain adalah rujukan terakhir setelah tanda titik (.) dalam sebuah nama komersial. Top level domain ini dibagi menjadi 2, yaitu sebagai berikut.

  • Generic Top Level Domain (GTLD)

Generic top level domain ini dipakai untuk organisasi atau instansi. Berikut ini merupakan beberapa domain yang termasuk ke dalam GTLD.

Com (komersial)Untuk organisasi komersial.
Edu (education)Institusi pendidikan.
Gov (government)Organisasi pemerintahan non militer.
Org (organization)Organisasi non profit.
Net (network)Backbone internet.
Mil (military)Organisasi pemerintahan militer.
Int (internasional)Organisasi internasional.
  • Country Code Top Level Domain (CCTLD)

Country top level domain adalah domain yang digunakan untuk kode negara atau wilayah dependensi yang terdiri dari dua huruf. Berikut ini merupakan beberapa contoh dari CCTLD.

idUntuk negara Indonesia.
jpUntuk negara Jepang.
ukUntuk negara United Kingdom.

3. Second Level Domain

Second level domain adalah nama lain yang digunakan untuk domain itu sendiri. Second level domain ini sering dipakai sebagai identitas suatu situs atau instansi atau digunakan untuk branding.

Dalam contoh gambar yang ada di atas “en.wikipedia.org”, yang dimaksud second level domain adalah “wikipedia”.

4. Third Level Domain

Third level domain atau subdomain adalah bagian dari domain utama yang berdiri sendiri.

Jika domain utama diibaratkan seperti rumah, maka sub domain ini merupakan salah satu ruangan yang ada di dalam rumah tersebut.

Dalam contoh gambar yang ada di atas “wikipedia.org” adalah domain utama dan “en.wikipedia.org” adalah sub domain dari “wikipedia.org.

5. Host Name

Host name atau yang biasa disebut dengan scheme adalah bagian yang mengawali URL (Uniform Resource Locator).

Host name ini adalah bagian sebuah fungsi dari sebuah situs web atau halamannya.

Contoh hostname yang paling banyak digunakan adalah HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure).

Baca Juga: Domain

 

Cara Kerja DNS

Domain Name System ini bekerja dengan cara mengubah nama host seperti (Google.com) menjadi alamat IP yang lebih mudah dibaca oleh komputer seperti (172.217.0.142).

Alamat IP tersebut diberikan pada setiap perangkat yang terhubung dengan internet.

Alamat tersebut dibutuhkan untuk menemukan perangkat yang terhubung dengan internet.

Alamat tersebut mempunyai fungsi yang sama seperti alamat jalan yang dipakai untuk menemukan rumah tertentu.

4 DNS Server yang Terlibat

Terdapat 4 DNS server yang terlibat pada saat halaman web dimuat, yaitu sebagai berikut.

1. DNS Recursor / DNS Recursive Resolver

Adalah server yang dirancang dengan tujuan untuk menerima permintaan yang berasal dari mesin klien melalui suatu aplikasi / software tertentu misalnya browser (Chrome dan Mozilla).

Jika diibaratkan recursor ini sebagai seorang pustakawan yang mempunyai peranan untuk mencari buku tertentu yang kita minta yang ada di perpustakaan.

Pada umumnya, recursor ini mempunyai tanggung jawab untuk membuat permintaan tambahan untuk memenuhi permintaan dari DNS klien.

2. Root Name Server

Adalah semacam database atau basis data yang mampu menjawab seluruh pertanyaan tentang nama domain dan alamat IP.

Pada root name server ini terdapat langkah pertama dalam melakukan proses penerjemahan dari hostname ke IP address.

Root name server ini tidak mempunyai jawaban yang tepat untuk berbagai informasi yang sedang dicari.

Namun, server ini dapat meneruskan permintaan informasi ke pihak yang lebih mengetahui.

Jika diibaratkan root name server ini mempunyai peran seperti indeks yang terdapat di perpustakaan, yang dimana indeks tersebut merujuk pada rak – rak buku yang berbeda atau menujukan di rak mana buku yang dicari berada.

3. TLD Name Server

Jika diibaratkan TLD name server ini seperti rak buku yang berada di perpustakaan. TLD name server ini merupakan tahapan selanjutnya pada saat mencari alamat IP tertentu, dan menjadi inisial terakhir dari sebuah host name.

Dengan membaca informasi ini, maka sistem dapat meneruskan pencarian informasi ke server yang benar – benar mempunyai data yang dicari.

4. Authoritative Name Server

Jika diibaratkan authoritative name server ini seperti kamus atau buku yang berada di rak buku, yang dimana terdapat informasi yang sedang dicari.

Pada saat informasi yang dicari atau diminta sesuai dengan hasilnya, maka browser akan menampilkan situs web atau halaman yang diminta.

Langkah – Langkah Pencarian DNS

cara kerja domain name system

Gambar tersebut menggambarkan mengenai bagaimana Domain Name System bekerja. Gambar tersebut saya ambil dari “www.cloudflare.com”.

Berikut merupakan penjelasan langkah – langkah pencarian DNS.

NoLangkah – Langkah
1Seorang user mengetikkan “contoh.com” ke dalam browser dan selanjutnya kueri akan bergerak ke internet serta diterima oleh DNS recursive resolver.
2Resolver selanjutnya akan meminta ke root server (.).
3Root server kemudian akan merespon ke resolver dengan menggunakan alamat server DNS top level domain (seperti .com atau .net), yang menyimpan informasi untuk domainnya.

Pada saat mencari “contoh.com”, maka permintaan akan diarahkan ke “.com” top level domain.

4Resolver selanjutnya akan membuat permintaan ke top level domain (.com).
5TLD server kemudian melakukan respon dengan IP address name server domain, (contoh.com).
6Yang terakhir, resolver akan mengirimkan kueri ke server nama domain.
7IP address untuk (contoh.com) selanjutnya akan dikembalikan ke resolver dari server nama domain.
8Resolver kemudian akan memberikan respon ke browser dengan IP address dari domain yang diminta (contoh.com).
Setelah 8 langkah untuk pencarian DNS sudah mengembalikan IP address untuk (contoh.com), maka browser bisa membuat permintaan untuk halaman web, langkahnya yaitu:
9Browser akan membuat permintaan HTTP ke IP address.
10Server pada IP tersebut akan mengembalikan halaman web yang akan diberikan di browser.
Baca Juga: Jaringan Komputer

 

Macam – Macam DNS

Informasi yang diminta oleh user atau pengguna dalam sistem Domain Name System disebut dengan DNS record.

Terdapat beberapa macam informasi yang dapat diminta dalam sistem DNS. Berikut ini merupakan 10 DNS record yang paling sering kita jumpai.

  • A Record

A record ini disebut juga address record. A record ini menyimpan informasi tentang host name, time to live (TTL), dan juga Ipv4 address.

  • AAA Record

AAA record ini menyimpan informasi tentang host name dan kaitannya dengan Ipv6 address.

  • MX Record

MX record atau mail exchanger record ini merekam server SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) yang khusus dipakai untuk saling berkirim email di suatu domain.

  • CNAME Record

CNAME Record atau connoncial name record ini dipakai untuk me – redirect domain atau sub domain ke sebuah alamat IP. Dengan menggunakan fungsi record ini, kamu tidak harus memperbarui DNS record.

  • NS Record

NS record atau name server record ini dipakai untuk menginformasikan tentang “authoritative name server” dalam mengelola suatu domain.

  • PTR Record

PTR record atau pointer record ini akan memberikan izin pada DNS resolver untuk menyediakan informasi tentang alamat IP dan menampilkan hostname.

  • CERT Record

CERT record ini akan menyimpan sertifikat enkripsi atau sertifikat keamanan.

  • SRV Record

SRV record ini akan menyimpan informasi yang berhubungan dengan lokasi komunikasi, semacam priority, name, weight, port, points, dan juga TTL.

  • TXT Record

TXT record ini akan membawa dan juga menyalurkan data yang hanya dapat dibaca oleh mesin.

  • SOA Record

SOA record merupakan bagian yang muncul di awal dokumen DNS zone dan merujuk pada authoritative name server serta informasi lengkap sebuah domain.

Akhir Kata

Demikianlah sedikit pembahasan tentang DNS (Domain Name System). Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu.

Apabila ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan sampaikan di kolom komentar. Terimakasih.

Avatar for Digital Site
Digital Site Kami seorang Muslim dan seorang pemimpi. Kami berprinsip bahwa ketika kami melakukan hal yang TERBAIK dengan DOA, maka yang BAIK akan TERCAPAI dengan SEMPURNA. ( Fuad & Nanda )

Fiber Optik

Avatar for Digital Site Digital Site
6 min read

Hosting

Avatar for Digital Site Digital Site
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *