Digital Site Kami seorang Muslim dan seorang pemimpi. Kami berprinsip bahwa ketika kami melakukan hal yang TERBAIK dengan DOA, maka yang BAIK akan TERCAPAI dengan SEMPURNA. ( Fuad & Nanda )

Asuransi Adalah

6 min read

Asuransi adalah

Pengertian asuransi adalah salah satu bentuk dari pengendalian resiko, yang dimana 1 pihak mengalihkan resiko yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang kepada pihak lainnya (perusahaan asuransi).

Asuransi adalah kata yang berasal dari bahasa Inggris (Insurance) yang mempunyai arti pertanggungan.

Oleh karena itu dapat dijelaskan pula bahwa pengertian asuransi adalah suatu perjanjian antar pihak tertanggung/nasabah dengan penanggung/perusahaan insurance dimana perusahaan bersedia untuk mengganti kerugian yang mungkin dialami oleh nasabah di masa depan.

Supaya bisa memperoleh jaminan insurance terhadap resiko yang mungkin terjadi, maka pihak yang tertanggung harus membayar premi kepada pihak penanggung dalam jangka waktu tertentu.

 

PENGERTIAN ASURANSI MENURUT PARA AHLI

Agar bisa memahami lebih jelas tentang pengertian asuransi, maka kita bisa merujuk pada pendapat yang dikemukakan para ahli berikut.

Abbas Salim

Abbas salim menjelaskan bahwa pengertian asuransi adalah suatu kemauan dalam menetapkan berbagai kerugian kecil yang sudah pasti sebagai pengganti kerugian besar yang belum pasti terjadi di masa depan.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa orang bersedia untuk membayar kerugian yang sedikit pada masa sekarang supaya dapat menghadapi berbagai kerugian besar dimasa depan.

Emmy Pangaribuan

Emmy pangaribuan menjelaskan bahwa pengertian asuransi adalah suatu perjanjian yang dimana penanggung dengan menikmati suatu premi mengikatkan dirinya pada pihak tertanggung untuk membebaskan diri dari kerugian karena kerugian, kehilangan, atau ketidak untungan, yang akan bisa diderita karena suatu kejadian yang belum pasti.

Subekti

Subekti menjelaskan bahwa pengertian asuransi adalah suatu perjanjian yang termasuk ke dalam jenis perjanjian untung-untungan dimana perjanjian tersebut dengan sengaja dilandasi terhadap kejadian yang belum tentu terjadi di kemudian hari.

Baca Juga: Bank Syariah: Pengertian, Sejarah, Ciri, Jenis, Produk, Penilaiannya

 

PRINSIP ASURANSI

Dalam menjalankan kegiatannya, perusahaan insurance memegang beberapa prinsip yang biasanya disebut dengan prinsip asuransi, yaitu sebagai berikut.

Insurable Interest

Insurable interest ini berarti bahwa pelanggan memiliki suatu kepentingan yang bisa diasuransikan. Hal tersebut terjadi dari hubungan finansial yang diakui oleh hukum.

Orang yang bisa dikatakan mempunyai insurable interest atas objek yang diasuransikan yaitu jika orang tersebut mengalami kerugian keuangan apabila terjadi suatu musibah atas objek tersebut.

Jika objek yang diasuransikan ini terjadi musibah dan terbukti bahwa orang tersebut tidak mempunyai kepentingan keuangan atas objek tersebut, maka orang tersebut tidak mempunyai hak untuk meminta ganti rugi.

Utmost Good Faith

Utmost good faith ini adalah suatu prinsip yang menyatakan tertanggung/calon pemegang polis, wajib menginformasikan kepada penanggung secara jelas dan teliti tentang berbagai fakta terkait objek yang akan diasuransikan serta tidak mengambil untung dari insurance.

Prinsip tersebut juga berlaku untuk perusahaan insurance, yaitu kewajiban menginformasikan/menjelaskan resiko yang dijamin atau yang dikecualikan secara jelas dan teliti.

Indemnity

Indemnity ini adalah suatu prinsip yang merujuk pada klaim yang dibayarkan pihak penanggung kepada pihak tertanggung.

Dimana pihak penanggung harus mengembalikan posisi keuangan pihak tertanggung sebelum terjadi kerugian.

Meskipun demikian, pihak tertanggung tidak mempunyai hak untuk mendapatkan ganti rugi yang lebih besar daripada kerugian yang diderita.

Dapat dikatakan bahwa insurance mempunyai prinsip ganti rugi, bukan ganti untung.

Subrogation

Subrogation adalah suatu prinsip pengalihan hak tuntut pihak tertanggung kepada pikah ke-3 jika pihak penanggung sudah membayarkan sejumlah ganti rugi sebesar kerugian yang diderita.

Prinsip tersebut mempunyai tujuan untuk menghindari terjadinya ganti rugi double dan mencegah pihak tertanggung menarik keuntungan dari kerusakan/kehilangan atas objek yang diasuransikan.

Contribution

Contribution adalah hak pihak penanggung meminta pihak penanggung lainnya untuk berbagi kewajiban membayar ganti rugi.

Prinsip tersebut biasanya berlaku antar perusahaan insurance yang saling berbagi resiko untuk mengantisipasi kemungkinan klaim untuk objek yang bernilai besar.

Proximate cause

Dalam praktek insurance, terkadang sangat sulit untuk menentukan suatu peristiwa yang dianggap sebagai penyebab paling dominan untuk menimbulkan kerugian.

Dimana sering sekali terjadi suatu peristiwa yang bukan sebagai peristiwa tunggal, tapi merupakan rangkaian peristiwa yang saling berhubungan.

Oleh karena itu, sering terjadi kontroversi dan juga perdebatan dalam menentukan kejadian utama penyebab kerugian.

Nah, prinsip proximate cause ini bisa menjadi solusi untuk menangani masalah tersebut.

Baca Juga: Riba Adalah: Pengertian, Jenis dan Contoh, Dampak, Sumber Hukum

 

JENIS-JENIS ASURANSI

Terdapat beberapa jenis asuransi yang bisa dipakai untuk berbagai macam keperluan, yaitu sebagai berikut.

  1. Asuransi kendaraan, adalah insurance yang memberikan suatu pertanggungan atas kendaraan apabila terjadi resiko kerusakan akibat kecelakaan, kehilangan, dan lain sebagainya.
  2. Asuransi kepemilikan rumah dan property, adalah insurance yang memberikan suatu jaminan kepada pihak yang mempunyai rumah dan property jika terjadi kerusakan pada rumah dan property.
  3. Asuransi bisnis, adalah insurance yang memberikan jaminan kepada suatu perusahaan jika terjadi resiko yang menimbulkan kerugian. Misalnya seperti kerusakan, kehilangan, dan lain sebagainya.
  4. Asuransi pendidikan, adalah insurance yang memberikan suatu jaminan pendidikan kepada pihak tertanggung.
  5. Asuransi jiwa, adalah insurance yang memberikan suatu pertanggungan atas kematian seorang nasabah yang mempunyai nilai keuangan.
  6. Asuransi kesehatan, adalah insurance yang memberikan suatu pertanggungan atas masalah kesehatan yang ditimbulkan dari kecelakaan atau penyakit.

Baca Juga: Saham Adalah: Pengertian, Manfaat, Jenis-Jenis, Resiko, Klasifikasi di BEI

 

FUNGSI ASURANSI

Asuransi mempunyai beberapa fungsi penting, yaitu sebagai berikut.

  1. Membagi Resiko Kerugian

Dengan terdapatnya insurance, maka potensi terjadinya kerugian bisa dibagi kepada pihak lain.

Atau dengan kata lain, pembayaran premi yang dilakukan oleh pihak tertanggung adalah seimbang dengan resiko yang dialihkan kepada pihak penanggung.

  1. Meminimalisir Potensi Resiko

Setiap pihak penanggung akan memberikan suatu rekomendasi kepada pihak tertanggung terkait dengan resiko yang mungkin akan terjadi.

Dengan demikian, seseorang bisa meminimalisir atau bahkan bisa mencegah potensi terjadinya resiko.

  1. Membantu Para Pebisnis Fokus Pada Kegiatan Usahanya

Semua jenis bisnis yang dilakukan tentunya terdapat resiko di dalamnya.

Bagi para pebisnis, asuransi bisnis adalah sesuatu hal yang sangat penting untuk dapat membantunya dalam mengatasi rasa cemas apabila terjadi resiko yang tidak diinginkan.

Dengan adanya insurance dalam bisnisnya, maka para pebisnis akan menjadi lebih focus terhadap operasional dan juga pengembangan bisnisnya.

  1. Penghimpun Dana

Dalam hal ini pihak penanggung mempunyai peranan sebagai penghimpun dana dari masyarakat. Dana yang sudah dihimpun tersebut selanjutnya akan diinvestasikan ke berbagai jenis usaha lainnya supaya lebih produktif.

Baca Juga: Obligasi Adalah: Pengertian, Sejarah, Jenis, Karakter, Resiko, Kelebihan

 

TUJUAN ASURANSI

Pada dasarnya tujuan utama dari asuransi adalah sebagai suatu jaminan untuk mengganti kerugian atas resiko yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang. Berikut merupakan beberapa tujuan insurance.

  1. Sebagai landasaan bagi pihak bank untuk memberikan kredit kepada seseorang atau badan usaha, karena bank memerlukan suatu perlindungan atas dana yang dipinjamkan.
  2. Untuk mengalihkan sejumla resiko dari satu pihak ke pihak lainnya (perusahaan insurance).
  3. Sebagai penutup loss of earning power seseorang atau badan usaha pada saat tidak bekerja atau tidak beroperasi lagi.
  4. Sebagai suatu janiman bagai suatu pihak untuk memperoleh perlindungan atas semua resiko kerugian yang mungkin akan terjadi.
  5. Untuk memperoleh ganti rugi kepada pihak tertanggung sesuai dengan nilai premi asuransi.
  6. Untuk membuat lebih efisien penggunaan dana pada suatu perusahaan, karena akan bisa mengurangi biaya untuk pengamanan, perlindungan, dan pengawasan yang membutuhkan banyak waktu dan biaya.
  7. Untuk memperkecil suatu potensi kerugian yang lebih besar jika mengeluarkan biaya sendiri ketika terjadi resiko.

Baca Juga: Pasar Modal adalah: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Jenis, Produk, Pelaku

 

PELAKU ASURANSI

Semua kegiatan tentunya melibatkan beberapa pihak untuk mencapai tujuannya.

Begitu juga dengan kegiatan perasuransian, yang dimana terdapat beberapa pihak yang terlibat didalamnya.

Beberapa pihak tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Nasabah atau pihak tertanggung. Adalah orang atau badan yang mengalihkan atau mentransfer resiko terhadap pihak lain dengan cara melakukan pembayaran berupa premi kepada perusahaan insurance.
  2. Perusahaan perasuransian atau pihak penanggung. Dalam UU Nomor 2 tahun 1992 menjelaskan bahwa perusahaan perasuransian adalah perusahaan asuransi kerugian, perusahaan asuransi jiwa, perusahaan reasuransi, perusahaan pialang insurance, perusahaan pialang reasuransi, agen asuransi, perusahaan penilai kerugian asuransi, dan juga perusahaan konsultan akturia.
  3. Pemerintah. Dalam hal ini pemerintah mempunyai peranan sebagai regulator atau pembuat kebijakan untuk menciptakan usaha yang sehat dan bertanggungjwab. Yang sekaligus menjadi pendorong kegiatan perekonomian pada umumnya.

Baca Juga: Pasar Uang Adalah: Pengertian, Fungsi, Ciri, Instrumen, Pelaku, Tujuan

 

PENGERTIAN ASURANSI SYARIAH

PT Syarikat Takaful Indonesia adalah perusahaan insurance pertama di Indonesia yang berdiri pada 24 Februaru 2014.

Pendirian asuransi syariah yang dimotori oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia ini, mampu mendorong perkembangan asuransi syariah di Indonesia.

Berikut merupakan beberapa pengertian asuransi syariah.

Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No. 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah

Menjelaskan bahwa asuransi syariah (Ta’min, Takaful, Tadhamun) adalah suatu usaha untuk saling melindungi dan saling tolong-menolong di antara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk asset dan/atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.

PSAK 108

Menjelaskan bahwa asuransi syariah adalah sebagai suatu sistem menyeluruh yang pesertanya mendonasikan (men-tabarru’-kan dimana donasi tersebut adalah milik dari peserta secara kolektif) sebagian atau seluruh kontribusinya yang digunakan untuk membayar klaim atas resiko tertentu akibat musibah pada jiwa, badan, atau benda yang dialami oleh peserta yang berhak.

 

PERBEDAAN ASURANSI KONVENSIONAL DAN SYARIAH

No.PrinsipAsuransi KonvensionalAsuransi Syariah
1KonsepPerjanjian antara 2 pihak atau lebih, dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian kepada tertanggung.Sekumpulan orang yang saling membantu, saling menjamin, dan bekerjasama, yaitu dengan cara masing-masing mengeluarkan dana tabarru’.
2Sember HukumBerumber dari pikiran manusia dan kebudayaan. Berdasarkan hukum positif, hukum alami, dan contoh sebelumnya.Bersumber dari wahyu Tuhan. Sumber hukum dalam syariah Islam adalah Al-Quran, Sunnah atau kebiasaan Rasul, Ijmak, Fatwa Sahabat, Qiyas, Istihsan, Urf (kebiasaan), dan Mushalih Mursalah.
3Maghrib (Maisir, Gharar, dan Riba)Tidak selaras dengan syariah Islam karena adanya Maisyir, Gharar, dan Riba atau hal yang diharamkan dalam muamalah.Tidak adanya praktik Maisir, Gharar, dan Riba.
4DPS (Dewan Pengawas Syariah)Tidak adaAda, yang mempunyai fungsi untuk mengawasi pelaksanaan operasional perusahaan agar terbebas dan dari pihak-pihak muamalah yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.
5Jaminan/RiskTransfer of risk, dimana terjadi transfer resiko dari tertanggung kepada penanggung.Sharing of risk, dimana terjadi proses saling menanggung resiko antar peserta (takafuli).
6InvestasiBebas melakukan investasi dalam batas-batas ketentuan perundang-undangan, dan tidak dibatasi pada halal dan haramnya objek atau sistem investasi yang digunakan.Dapat melakukan investasi sesuai dengan ketentuan perundangan, sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah, yakni bebas dari riba, gharar, maisyir, dan tempat/jenis investasi terlarang.
7Kepemilikan DanaDana yang terkumpul dalam premi peserta (nasabah) seluruhnya menjadi milik perusahaan dan perusahaan bebas menggunakan, serta menginvestasikan dana yang dimiliki kemana pun.Dana yang terkumpul dari peserta (nasabah) dalam bentuk iuran atau kontribusi, adalah milik peserta (shahibul maal). Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah (mudharib) dalam mengelola dana.
8Loading (komisi agen)Loading pada asuransi konvensional nilainya cukup besar, terutama diperuntukan bagi komisi agen, bisa menyerap premi tahun 1 dan ke-2. Oleh karena itu, nilai tunai 2 tahun pertama biasanya belum ada (hangus).Loading tidak dibebankan kepada peserta, namun dari dana pemegang saham.
9Sumber Pembayaran KlaimSumber biaya klaim adalah dari rekening perusahaan, sebagai konsekuensi penanggung terhadap tertanggung.Sumber pembiayaan klaim diperoleh dari rekening tabarru’. Yaitu peserta saling menanggung apabila ada salah satu peserta yang terkena musibah, sehingga peserta lainnya juga ikut menanggung resikonya.
10KeuntunganKeuntungan yang diperoleh dari surplus underwriting, komisi reasuransi, dan juga dari hasil investasi seluruhnya adalah keuntungan perusahaan atau menjadi milik perusahaan.Keuntungan yang diperoleh dari surplus underwriting, komisi reasuransi, dan hasil investasi, bukan sepenuhnya menjadi milik perusahaan.

Sumber: Anshori (2008) dalam Febriyanti (2012) yang diolah kembali oleh Sri Nurhayati dan Wasilah (2015).

 

SUMBER HUKUM ASURANSI SYARIAH

Al-Quran

Surat Al-Hasyr ayat 18

Asuransi Syariah surat al hasyr ayat 18

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang sudah diperbuatnya untuk hari esok (akhirnya) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Hasyr: 18).

Surat Yusuf ayat 43-49

Asuransi Syariah surat yusuf ayat 43

Artinya: Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): ”Sesungguhnya aku bermimpi melihat 7 ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh 7 ekor sapi betina yang kurus-kurus dan 7 bulir (gandum) yang hijau dan 7 bulir lainnya yang kering”. Hai orang-orang yang terkemuka: “Terangkanlah kepadaku tentang ta’bir mimpiku itu jika kamu dapat mena’birkan mimpi”. (QS. Yusuf: 43).

surat yusuf ayat 44

Artinya: Mereka menjawab: “(Itu) adalah mimpi-mimpi yang kosong dan kami sekali-kali tidak tahu menta’birkan mimpi itu”. (QS. Yusuf: 44).

surat yusuf ayat 45

Artinya: Dan berkatalah orang yang selamat diantara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) sesudah beberapa waktu lamanya: “Aku akan memberitakan kepadamu tentang (orang yang pandai) mena’birkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya)”. (QS. Yusuf: 45).

surat yusuf ayat 46

Artinya: (Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru): “Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang 7 ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh 7 ekor sapi betina yang kurus-kurus dan 7 bulir (gandum) yang hijau dan 7 lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya”. (QS. Yusuf: 46).

surat yusuf ayat 47

Artinya: Yusuf berkata: “Supaya kamu bertanam 7 tahun (lamanya) sebagaimana biasa, maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. (QS. Yusuf: 47).

Asuransi syariah surat yusuf ayat 48

Artinya: Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan dimasa itu mereka memeras anggur”. (QS. Yusuf: 49).

Al-Hadits

Barang siapa melepaskan dari seorang muslim suatu kesulitan di dunia, Allah akan melepaskan kesulitan darinya pada hari kiamat, dan Allah senantiasa monolong hambaNya selama ia (suka) menolong saudaranya. (HR Muslim dan Abu Hurairah).

 

Digital Site Kami seorang Muslim dan seorang pemimpi. Kami berprinsip bahwa ketika kami melakukan hal yang TERBAIK dengan DOA, maka yang BAIK akan TERCAPAI dengan SEMPURNA. ( Fuad & Nanda )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *