Digital Site Kami seorang Muslim dan seorang Pemimpi. Ada banyak sekali mimpi yang ingin kami wujudkan. Salah satunya adalah membuat Blog yang bisa menjadi amal Jariah kami dan bermanfaat bagi orang banyak. Kami percaya ketika kami melakukan hal yang TERBAIK dengan DOA, maka yang BAIK akan TERCAPAI dengan SEMPURNA. ( Fuad & Nanda )

Artificial Intelligence Adalah: Definisi, Sejarah, Jenis, Tujuan, Contoh

6 min read

Artificial Intelligence adalah

PENGERTIAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE

Apa itu Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan? Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah suatu kecerdasan yang ditambahkan ke dalam suatu sistem teknologi oleh manusia, diatur dan juga dikembangkan dalam sebuah konteks ilmiah.

AI atau Artificial Intelligence dianggap sebagai salah satu penemuan besar yang akan membawa suatu dampak besar bagi perubahan kehidupan manusia di masa mendatang, disamping dengan berbagai penemuan-penemuan yang ada seperti roda, api, listrik, internet, dan lain sebagainya.

Salah satu dari konsep yang diprediksi akan sangat mendorong suatu trend produk teknologi di masa depan ini juga sudah mulai untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Lalu, apa saja contoh dari penerapan AI atau Artificial Intelligence di dalam kehidupan kita sekarang ini? Berikut merupakan beberapa contoh dari penggunaan AI atau Artificial Intelligence di era sekarang ini.

 

PENGERTIAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE MENURUT PARA AHLI

Simon (1987)

Simon (1987) berpendapat bahwa Artificial Intelligence adalah suatu kawasan aplikasi, penelitian, dan juga instruksi yang berkaitan dengan pemrograman perangkat komputer untuk dapat melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia dianggap cerdas.

Rich and Knight (1991)

Artificial Intelligence adalah sebuah studi yang membahas tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang sekarang ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.

Idhawati Hestiningsih

Idhawati Hestiningsih berpendapat bahwa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence adalah bagian dari ilmu komputer yang fokus mempelajari  bagaimana untuk membuat sebuah mesin atau komputer yang bisa melakukan pekerjaan seperti halnya yang dilakukan manusia. Bahkan bisa lebih baik dibandingkan yang apa yang dilakukan oleh manusia.

Baca Juga: Revolusi Industri 4.0 Adalah: Pengertian, Prinsip, dan Faktanya

 

SEJARAH ARTIFICIAL INTELLIGENCE

Ilmuwan di bidang komputer tersebut mempostulasikan konsep Artificial Intelligence ini adalah John McCarthy. Dia lahir pada tanggal 4 September 1927 di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat.

John McCarthy memperoleh gelar sarjana matematika dari California Institute of Technology (Caltech) pada September 1948. Dari masa kuliahnya tersebutlah, dia mulai mengembangkan minatnya terhadap suatu mesin yang dapat menirukan cara berpikir manusia. John McCarthy kemudian melanjutkan studinya ke program doktoral di Princeton University.

Sejak duduk dibangku sekolah, dia memang dikenal mempunyai kepintaran diatas rata-rata. Berdasarkan ulasan yang dikemukakan oleh The Guardian, diketahui bahwa ketika remaja McCarthy bahkan dapat menguasai pelajaran kalkulus tanpa mendapat bimbingan dari guru.

Berdirinya 2 lembaga penting

John McCarthy selanjutnya mendirikan 2 lembaga penelitian kecerdasan buatan. Ke-2 lembaga AI tersebut adalah Stanford Artificial Intelligence Laboratory dan MIT Artificial Inteligence Laboratory. McCarthy juga seorang dosen di ke-2 universitas ternama tingkat internasional tersebut. Pada lembaga-lembaga inilah mulai bermunculan inovasi pengembangan AI yang meliputi beberapa bidang seperti human skill, vision, listening, reasoning dan movement of limbs. Bahkan Salah satu dari lembaga yang didirikan tersebut, pernah mendapat bantuan dana dari Pentagon untuk membuat berbagai teknologi luar angkasa. Lembaga tersebut adalah Stanford Artificial Intelligence.

Selain mendirikan 2 lembaga tersebut McCharty juga aktif dalam klub. Dia tergabung dalam Homebrew Computer Club di Sillicon Valley, yang juga beranggotakan pendiri Apple, yaitu Steve Jobs dan Steven Wozniak. Dalam makalah yang ditulisnya, McCharty menjelaskan tentang masa depan penjualan barang yang dapat dilakukan secara online dengan menggunakan computer. Penjualan tersebut pada saat ini dikenal dengan nama e-Commerce.

Pada 4 September 1998, ada 2 orang mahasiswa yang berasal Universitas Stanford atau Stanford Artificial Intelligence, Larry Page dan Sergey Brin mendirikan sebuah sistem mesin pencari yang pada saat ini dikenal dengan nama Google.

 

JENIS-JENIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE

AI tidak selalu berbentuk robot yang mirip dengan manusia. Anda perlu mengetahui apa saja jenis teknologi yang termasuk AI. Pada dasarnya, terdapat 3 jenis, yaitu:

Symbol-manipulating AI

Jenis AI yang satu ini bekerja dengan menggunakan simbol abstrak. Symbol-manipulating AI ini termasuk jenis Artificial Intelligence yang paling banyak eksperimennya. Inti dari eksperimen yang dilakukan adalah manusia direkonstruksi pada tingkat yang hierarkis dan juga logis. Informasinya diproses mulai dari atas, kemudian bekerjanya dengan menggunakan simbol yang bisa dibaca manusia atau si pengembang. Koneksi jenis AI ini abstrak dan hasil simpulannya logis.

Neural AI

Jenis AI satu ini memang sangat populer di kalangan ilmuwan komputer pada akhir tahun 80-an. Dengan menggunakan Neural AI, pengetahuan tidak direpresentasikan melalui simbol, namun lebih ke neuron buatan dan koneksinya. Hal tersebut semacam otak yang direkonstruksikan. Pengetahuan yang sudah terkumpul nantinya akan dipecah menjadi berbagai bagian kecil yang disebut dengan neuron.

Kemudian dihubungkan dan juga dibangun menjadi kelompok-kelompok tertentu. Nah, pendekatan seperti ini lebih dikenal dengan metode bottom-up yang bekerja mulai dari bawah. Tidak seperti halnya dengan Symbol-manipulating AI. Jadi, sistem sarafnya harus dilatih dan distimulasi terlebih dahulu. Hal tersebut bertujuan supaya jaringan saraf dapat mengumpulkan pengalaman dan tumbuh sehingga mempunyai pengetahuan yang lebih besar.

Neural Networks

Neural Networks merupakan jenis AI yang diatur ke dalam lapisan yang terhubung satu sama lain melalui simulasi. Lapisan yang paling atas merupakan lapisan input, yang mempunyai fungsi seperti sensor. Sensor yang dimaksud yaitu penerima informasi yang akan memproses dan akan diteruskan ke sistem. Terdapat setidaknya 2 sistem atau lebih dari 20 lapisan yang ada dalam sistem besar yang tersusun secara hierarkis. Lapisan-lapisan tersebut yang mengirim dan juga mengklasifikasikan berbagai informasi melalui koneksi. Pada bagian paling bawah terdapat lapisan output, yang pada umumnya mempunyai jumlah neuron buatan paling sedikit.

Apakah penjelasan jenis-jenis AI tersebut membingungkan? Penulis akan memberikan penjelasan secara sederhananya:

Pada intinya cara kerja dari Artificial Intelligence berdasarkan pada machine learning. Apa itu machine learning? Machine learning adalah suatu sistem yang bisa membangun pengetahuan dari pengalaman. Nah, proses tersebutlah yang membuat suatu sistem mempunyai kemampuan untuk mendeteksi pola serta aturan, secara cepat dan akurat.

 

TUJUAN DIBUATNYA ARTIFICIAL INTELLIGENCE

Menurut Winston dan Prendergast (1984), tujuan dibuatnya artificial intelligence (AI) ada 3 yaitu:

  1. Membuat mesin menjadi lebih pandai (tujuan utama). Misalnya saja computer. Komputer pada awalnya dibuat hanya bisa untuk mengetik saja. Setelah dikembangkan fungsinya, dapat digunakan dalam berbagai macam hal seperti bermain game, mulitmedia, editing, dll.
  2. Memahami lebih jauh apa itu kecerdasan (tujuan ilmiah). Dengan diciptakannya artificial intelligence atau kecerdasan buatan itu sendiri, dianggap sanggup untuk membantu memecahkan masalah secara efektif, efisien, dan lebih teliti.
  3. Membuat mesin menjadi lebih bermanfaat (tujuan entrepreneurial). Dengan adanya AI pada suatu mesin bertujuan untuk dapat meningkatkan akurasi pemrosesan. Hal tersebut tentunya membuat pekerjaan menjadi lebih ringan dan juga dapat memberikan hasil yang maksimal.

 

KEUNTUNGAN

  1. AI ini mempunyai sifat permanen. Maksudnya adalah kecerdasan mereka dapat digunakan secara berulang-ulang.
  2. AI menawarkan berbagai kemudahan. Tentunya karena berbagai macam data dari kecerdasan manusia sudah disimpan di dalam AI, sehingga kita bisa mengaksesnya dengan mudah.
  3. AI mempunyai sifat konsisten dan teliti. Sehingga kecerdasan AI tidak akan pernah berkurang.
  4. AI ini bisa didokumentasikan. Bisa disimpan ataupun dapat digunakan sebagai panduan untuk generasi berikutnya.

 

KERUGIAN

  1. Artificial Intelligence tidak mempunyai common sense. Common sense adalah sesuatu yang membuat kita tidak hanya sekedar memproses informasi, tapi kita dapat mengerti informasi tersebut. Hal tersebut hanya dimiliki oleh kita sebagai manusia.
  2. Kecerdasan Artificial Intelligence hanya terbatas pada apa yang diberikan kepadanya (terbatas hanya pada program yang dimasukan). Alat yang berasal dari teknologi artificial intelligence tidak dapat mengolah informasi yang tidak ada pada sistemnya. Seperti sistem yang hanya dimanfaatkan untuk mengenali suara manusia dalam bahasa Indonesia, selamanya tidak akan pernah mampu mengenali suara manusia dalam bahasa Yunani tanpa ada fungsi didalamnya.

 

CONTOH PENGGUNAAN AI

Filter Email yang Diterapkan di Gmail

Google telah menggunakan AI atau Artificial Intelligence ini untuk memastikan bahwa hampir seluruh email yang diterima dalam suatu kotak masuk Anda bersifat asli. Filter email yang diterapkan di Gmail akan berupaya untuk mengurutkan email ke dalam beberapa kategori, yaitu utama, sosial, pembaruan, forum, promosi, dan juga spam. Program ini akan membantu untuk mengorganisir email Anda, sehingga Anda pun akan lebih dipermudah dalam melakukan komunikasi dengan melalui email.

Contohnya saja, Gmail akan mengurutkan email menjadi 4 kategori tab yang berbeda-beda, dan akan mengirim email spam ke dalam folder yang terpisah. Google juga mengklaim bahwa pemfilteran dengan berbasis Artificial Intelligence ini mampu untuk mencegah lebih dari 99% spam masuk ke kotak masuk email Anda.

Discover Weekly yang Diterapkan di Spotify

Bagi Anda yang senang menggunakan Spotify untuk mendengarkan berbagai musik kesukaan Anda, secara tidak langsung pada setiap harinya Anda sudah melakukan hubungan dengan Artificial Intelligence. Playlist Discover Weekly yang diterbitkan atau dirilis oleh Spotify pada tahun 2015 yang lalu ini, mampu untuk menggabungkan rekomendasi yang sesuai dengan bantuan Artificial Intelligence. Dengan berdasarkan pada analisisnya atau analisis yang dilakukan AI dari apa yang telah Anda dengarkan sebelumnya, Discover Weeklyyang ada di Spotify akan memberikan Anda playlist yang dipersonalisasi sehingga akan memberikan berbagai rangkaian rekomendasi musik yang mungkin sangat Anda sukai.

Meningkatkan Sistem pada Sosial Media

AI atau Artificial Intelligence dapat memudahkan pengguna untuk mencari dan juga untuk berkomunikasi dengan teman atau rekan bisnisnya melalui sosial media yang ada. Manfaat dari penggunaan AI atau Artificial Intelligence dalam sosial media dapat ditemukan pada LinkedIn. AI atau Artificial Intelligence ini digunakan untuk membantu mencocokkan kandidat karyawan dengan pekerjaan yang tersedia, harapannya supaya dapat menciptakan suatu kecocokan yang lebih tinggi antara bos dan juga karyawan.

Selain digunakan di LinkedIn, AI atau Artificial Intelligence ini juga digunakan pada Pinterest. Alat LENS pada Pinterest ini menggunakan AI Artificial Intelligence untuk dapat mengidentifikasi objek dalam suatu gambar. Apabila Anda mengambil gambar suatu objek dengan menggunakan alat LENS dari Pinterest, maka fitur AI atau Artificial Intelligenceyang ada di didalamnya akan membantu Anda untuk menemukan gambar suatu objek yang serupa. Dalam beberapa kasus yang ada, Anda bahkan dapat menemukan penjual dengan produk suatu objek yang Anda ambil untuk melakukan pembelian.

Travel dan juga Navigasi

Dari beberapa contoh yang ada di atas, dapat terlihat bahwa penggunaan AI di kehidupan era sekarang ini cukup luas. Salah satu contoh dari penggunaan AI yang sepertinya dirasakan oleh setiap orang pada saat ini adalah travel dan juga navigasi. Penggunaan navigasi dalam berbagai kehidupan sehari-hari untuk dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya tanpa tersesat. Yang berkaitan dengan AI contohnya adalah pada saat Anda menggunakan Google ataupun menggunakan Apple Maps untuk navigasi serta pada saat Anda memesan ojek online sampai dengan tiket pesawat.

Baik Google ataupun Apple bersama dengan penyedia layanan navigasi yang lainnya, menggunakan AI atau Artificial Intelligence untuk dapat menafsirkan ratusan ribu titik data yang diterima untuk dapat memberi pengguna berbagai data lalu lintas secara real-time. Pada saat Anda memesan ojek online, harga dan juga kendaraan yang sesuai dengan permintaan dari perjalanan Anda juga ditentukan oleh AI atau Artificial Intelligence ini. Dengan kata lain, AI atau Artificial Intelligence memainkan suatu peranan yang sangat penting bagi Anda untuk dapat berpindah dari satu titik ke titik lainnya tanpa tersesat.

Nah, itulah merupakan beberapa informasi tentang beberapa contoh penggunaan AI di kehidupan pada era sekarang ini yang perlu Anda ketahui. Disadari atau tidak, ternyata penggunaan AI atau Artificial Intelligence dalam kehidupan sehari-hari memang sudah cukup luas dan tidak dapat terpisahkan.

Digital Site Kami seorang Muslim dan seorang Pemimpi. Ada banyak sekali mimpi yang ingin kami wujudkan. Salah satunya adalah membuat Blog yang bisa menjadi amal Jariah kami dan bermanfaat bagi orang banyak. Kami percaya ketika kami melakukan hal yang TERBAIK dengan DOA, maka yang BAIK akan TERCAPAI dengan SEMPURNA. ( Fuad & Nanda )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *